Latest Program: TJSL PalmCo dongkrak produksi pandai besi Kampar 10 kali lipat

TJSL PalmCo Meningkatkan Produksi Pandai Besi Kampar Hingga 10 Kali Lipat

Jakarta – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN IV PalmCo berhasil mendorong peningkatan kapasitas produksi di pusat kegiatan pengrajin peralatan perkebunan di Desa Teratak, Kabupaten Kampar, Riau. Sebelumnya, produksi mereka terbatas, namun kini mampu menghasilkan hingga 30.000 unit per bulan, naik drastis dari 3.000 unit sebelumnya.

Upaya Membangun Ekosistem Ekonomi Mandiri

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyatakan bahwa program TJSL bertujuan menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Ia menjelaskan, kemitraan dengan pengrajin lokal juga menjadi bagian dari strategi memperkuat rantai pasok industri perkebunan yang lebih inklusif.

“Kami mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang mandiri, sekaligus membuka lapangan kerja dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” kata Jatmiko Santosa berdasarkan keterangan resmi, Jakarta, Minggu.

Transformasi Usaha Selama Pandemi

Ketua kelompok usaha Mola Maju Basamo, Desrico Apriyus, menjelaskan bahwa peningkatan produksi didukung oleh penyerapan produk oleh perusahaan, bantuan teknis, serta alat dan modal yang disediakan. Titik balik usaha terjadi pada 2020, ketika pandemi COVID-19 menghambat kegiatan ekonomi, namun kelompok usaha tetap bertahan dan berkembang setelah menerima dukungan berkelanjutan.

“Pada masa itu hampir semua sektor terdampak. Namun kami tetap bisa bertahan karena ada PTPN yang menyerap produk sekaligus memberi pendampingan,” ujar Desrico.

Investasi Teknologi dan Dukungan Modal

PalmCo tidak hanya menyerap hasil produksi, tetapi juga menyediakan modal melalui program kemitraan senilai Rp800 juta. Dana tersebut digunakan untuk menggabungkan bengkel-bengkel kecil menjadi satu sentra yang lebih terorganisir. Selain itu, perusahaan memberikan alat senilai ratusan juta rupiah, seperti air hammer dan automatic grinder, untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas.

Dengan peralatan modern yang telah diserahkan, sentra produksi kini dilengkapi empat unit air hammer. Hal ini membantu mempercepat proses kerja dan menjaga kualitas produk. Desrico menegaskan bahwa perubahan usaha juga terlihat dari adopsi teknologi dalam proses produksi.

Dampak Ekonomi dan Pekerjaan

Kemitraan ini mulai berdampak pada penyerapan tenaga kerja di desa. Jumlah pekerja yang sebelumnya hanya belasan orang kini bertambah menjadi 23 orang. Target kelompok usaha adalah menambah tenaga kerja hingga 33, bahkan 50 orang dalam waktu dekat.

Lebih lanjut, sekitar 100 pemuda desa juga terlibat sebagai mitra pemasaran, sehingga manfaat ekonomi menyebar ke sektor aktivitas perdagangan masyarakat setempat. Pendapatan pekerja rata-rata mencapai Rp7 juta per bulan, dengan potensi naik hingga Rp15 juta seiring peningkatan efisiensi produksi.

Manfaat Berkelanjutan untuk Masyarakat

Peningkatan kapasitas produksi tidak hanya memperkuat usaha pengrajin, tetapi juga meningkatkan dinamika ekonomi desa. Selain itu, sebagian keuntungan dialokasikan untuk kegiatan sosial lokal, yang berkontribusi pada penguatan kohesi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *