Latest Program: Iran Bakal Batasi 12 Kapal per Hari Lewat Selat Hormuz, Harus Bayar Rp34 Miliar
Iran Akan Batasi 12 Kapal Per Hari Melalui Selat Hormuz, Tarif Capai Rp34 Miliar
Perusahaan pelayaran dari beberapa negara sedang berdiskusi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk melewati Selat Hormuz. Iran merencanakan pembatasan jumlah kapal yang melewati jalur strategis ini hingga maksimal 12 unit per hari, dengan biaya tarif hingga USD 2 juta (sekitar Rp34,2 miliar) per kapal tanker besar. Pengumuman ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal.
Sejak konflik antara AS-Israel dan Iran memicu penurunan tajam alur kapal, keadaan di Selat Hormuz belum pulih sepenuhnya. Meski terjadi peningkatan, lalu lintas masih jauh dari kondisi normal, yang mengkhawatirkan stabilitas transportasi global. Pernyataan ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyatakan selat tersebut kini dibuka kembali setelah kesepakatan gencatan senjata dua minggu dengan AS.
“Selat Hormuz kini terbuka untuk kapal negara lain selama tidak terlibat atau mendukung agresi AS dan Israel,” tegas Abbas Araghchi.
Iran juga memperbolehkan 20 kapal berbendera Pakistan melintasi jalur ini. Sementara itu, Indonesia belum mendapat izin untuk akses kapal tanker Pertamina. Pemerintah Jawa Tengah memastikan tidak ada penimbunan plastik meski harga global naik, serta mempersiapkan strategi mitigasi kenaikan harga bahan bakar.
Dalam pernyataan terbaru, Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref mengingatkan bahwa negara tersebut tetap menuntut haknya atas Selat Hormuz dan kompensasi. Tugu Insurance menyatakan belum menerima klaim terkait dua kapal Pertamina yang tertahan, dengan premi asuransi meningkat karena risiko perang Timur Tengah.
Ketegangan geopolitik memuncak setelah Iran menutup akses ke Selat Hormuz sejak 1 Maret 2026. Serangan gabungan Israel dan AS ke Teheran pada 28 Februari lalu menyebabkan kematian mantan pemimpin Iran. Situasi ini memicu kekhawatiran tentang kekurangan bahan bakar solar dan kerosin di Eropa, menurut Kepala IEA Fatih Birol.
Delegasi Iran berencana bertemu Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelum pembicaraan dengan AS di Islamabad. Pakistan bertindak sebagai mediator dalam upaya mencapai perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan respons positif dari Iran terhadap izin kapal Pertamina melewati selat tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur utama untuk 20 persen pasokan minyak dunia. Ancaman tambahan dari Iran tidak memengaruhi sikapnya terhadap kapal musuh maupun perusahaan asuransi internasional. Puluhan kapal tanker terjebak di sekitar selat karena gangguan konflik, menciptakan risiko terhadap pasokan energi global.