Harga BBM di SPBU Meledak Parah – Warga AS Ramai-ramai Teriak

Harga BBM di SPBU Melonjak, Warga AS Keluhkan Kenaikan Biaya

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Amerika Serikat mulai menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Pasca-tumbuhnya tarif bahan bakar ke level tertinggi dalam beberapa tahun, banyak individu mengambil langkah untuk mengurangi penggunaan BBM. Contohnya, Pat Ouedraogo di Boston membatasi perjalanan jarak jauh, sementara Skyler Burke, seorang calon mahasiswa hukum, memilih mengisi bensin di area yang lebih mahal demi menghemat uang. Di Huston, David Wright, seorang pialang, bahkan mengganti mobil bensin dengan kendaraan listrik.

Menurut Patric De Haan dari GasBuddy, kenaikan harga bensin dan solar pada periode 1 Maret hingga 10 April menghabiskan tambahan US$ 10,4 miliar dibandingkan tahun lalu. Lonjakan harga ini terasa paling berat bagi pengemudi truk, seperti Eddie Esquivel di South Huston, Texas, yang mengaku biaya bensin mingguannya naik hampir dua kali lipat, dari US$ 800–900 menjadi US$ 1.600–1.700. “Solar dulu hanya US$ 2 per galon, sekarang bisa mencapai US$ 6,” ujarnya saat mengisi bensin di SPBU QuikTrip.

“Harga ini sangat memukul. Anda harus membayar cicilan truk, beli ban, ganti oli, dan menafkahi keluarga. Ini benar-benar mematikan kami,” tambah Esquivel.

Kenaikan harga BBM terjadi secara global, terutama akibat blokade Iran di Selat Hormuz yang menghambat pasokan minyak Timur Tengah ke pasar Asia dan Eropa. Analis Rystad Wei Ren Gan memperkirakan premi risiko geopolitik akan bertahan di pasar, sehingga harga minyak dan bahan bakar tidak akan segera kembali ke level sebelum perang. “Harga kemungkinan akan turun secara bertahap, tetapi tetap relatif lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” kata dia.

Bahkan kapasitas pengolahan minyak di Timur Tengah, sekitar 2 juta barel per hari, dilaporkan tidak beroperasi karena kerusakan selama perang, menurut analis Macquarie. Di AS, data pemerintah menunjukkan permintaan bensin pada pekan sebelum Paskah hanya mencapai 8,6 juta barel per hari, turun 9% dibandingkan tahun lalu. Transaksi pinjaman gadai juga meningkat 9% saat harga bensin melampaui US$4 per galon, seperti dijelaskan Tim Jugmans dari EZCORP.

Di SPBU Shell, Pat Ouedraogo mengisi bensin SUV Nissan miliknya dengan biaya US$ 4,99 per galon, mengutip Reuters. “Ini situasi di mana Anda merasa tidak berdaya menghadapi harga ini,” katanya.

Kenaikan tarif BBM juga berdampak pada musim puncak perjalanan musim panas, dengan harga bensin rata-rata US$ 4,16 per galon dan solar US$ 5,67 per galon. Angka ini mencerminkan kenaikan terbesar sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, yang mengguncang pasar energi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *