New Policy: Wagub Sulsel Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah, Tingkatkan Ekonomi Warga

Wagub Sulsel Ajak Masyarakat Manfaatkan Sampah untuk Peningkatan Ekonomi

Dalam upaya mendorong pengelolaan sampah yang berdampak positif, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengajak warga Pinrang aktif dalam mengelola limbah secara mandiri di tingkat rumah tangga. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat ekonomi sampah serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan pelatihan dan keterampilan kepada perempuan dalam pengelolaan limbah, diadakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Pinrang.

Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa sampah bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan jika diolah dengan cara tepat. Ia menekankan bahwa partisipasi aktif warga, terutama perempuan, sangat penting untuk mengurangi volume sampah yang akhirnya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak awal, masyarakat bisa mengidentifikasi bahan yang memiliki potensi nilai jual atau bisa digunakan kembali.

“Sampah bisa menjadi peluang ekonomi jika dikelola dengan strategi yang tepat,” kata Fatmawati Rusdi dalam kegiatan tersebut.

Wakil Gubernur Sulsel juga mendorong pengembangan bank sampah dan kompos, serta penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) sebagai solusi efektif untuk daerah. Keterlibatan masyarakat dalam 3R diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mendorong kreativitas dalam mengubah limbah menjadi barang bernilai. Contohnya, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk untuk pertanian, menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut Bupati Pinrang, Irwan Hamid, kegiatan ini memberikan motivasi baru bagi warga karena selain memberikan pelatihan, juga disertai bantuan langsung. Ia mengapresiasi kehadiran Wagub Sulsel yang membantu memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya peduli lingkungan. “Partisipasi aktif perempuan menjadi kunci utama dalam pengurangan sampah,” tambah Irwan.

Kabupaten Pinrang sendiri menghasilkan sekitar 76,125 ton sampah per hari, dengan sebagian besar berasal dari kegiatan rumah tangga. Sementara itu, secara nasional, Sulawesi Selatan mengumpulkan sekitar 908,85 ribu ton sampah setiap tahun, angka yang membutuhkan penanganan serius. Dalam konteks ini, Sidrap ditunjuk sebagai contoh keberhasilan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yang bisa diaplikasikan ke wilayah lain di provinsi tersebut.

Pemprov Sulsel terus gencar menumbuhkan budaya lingkungan sejak dini, melalui program seperti Edukasi Lingkungan Sulsel yang dipimpin langsung oleh Fatmawati Rusdi. Keberhasilan program ini bergantung pada kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak sumbernya, membangun kesadaran bahwa limbah bisa menjadi sumber daya berharga. Dengan cara ini, ekonomi keluarga dan lingkungan dapat saling mendukung secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *