BPBD Kolaka gagalkan aksi percobaan lompat dari menara telekomunikasi
BPBD Kolaka Gagalkan Aksi Niat Lompat dari Menara Telekomunikasi
Kolaka, Minggu malam – Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka berhasil mencegah upaya remaja yang ingin melompat dari menara telekomunikasi di Jalan Merpati, Kelurahan Laloeha, Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi ini dihentikan sebelum terjadi kecelakaan serius.
Muh Haerul Effendy, Kepala BPBD Kolaka, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan warga pada pukul 18.15 WITA, tim evakuasi langsung diturunkan ke lokasi kejadian di dekat Gelanggang Olahraga (GOR) Kolaka. Menurutnya, informasi mengenai remaja bernama Adil (17) yang menaiki menara Indosat membuat pihaknya segera bertindak.
“Kami menerima laporan adanya warga bernama Adil yang menaiki tower Indosat. Tim langsung bergerak cepat, berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan upaya penyelamatan secara persuasif,” ujarnya.
Proses penyelamatan berjalan dramatis, dengan negosiasi yang berlangsung selama hampir satu jam. Petugas di lapangan bekerja sama dengan keluarga dan teman Adil untuk membujuk remaja tersebut agar membatalkan rencananya. Menurut Effendy, usaha persuasif tersebut akhirnya membuahkan hasil.
“Pukul 19.15 WITA, setelah proses negosiasi yang dibantu oleh Firman, pelaku akhirnya menurunkan diri dalam kondisi aman tanpa mengalami cedera,” tambahnya.
Effendy menegaskan bahwa keberhasilan evakuasi terjadi karena sinergi antar unit, seperti BPBD, Basarnas, TNI-Polri, serta bantuan dari Batalyon 898 (Batalyon Taawu) dan warga sekitar. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, alasan Adil memanjat menara setinggi puluhan meter masih belum terungkap.
“Motif aksi nekat tersebut sedang dipelajari oleh pihak kepolisian. Pelaku sudah diamankan dan diserahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Situasi di lokasi menara telekomunikasi kini dinilai telah kembali tenang. Effendy menyoroti kerja sama yang solid antar tim penyelamat, sehingga evakuasi berlangsung cepat tanpa ada korban jiwa.