New Policy: BYD capai pembangunan stasiun flash charging ke-5.000

BYD capai pembangunan stasiun flash charging ke-5.000

Jakarta – Perusahaan otomotif Tiongkok, BYD, meluncurkan stasiun pengisian daya cepat (flash charging) ke-5000 dalam waktu 27 hari sejak programnya dimulai. Berdasarkan laporan dari Carnewschina, jaringan ini telah mencakup 297 kota di seluruh negeri.

Performa baterai dan fitur inovatif

Berdasarkan penjelasan teknis dari BYD, kendaraan yang menggunakan Blade Battery generasi kedua dapat mengisi baterai dari 10% hingga 70% dalam sekitar 5 menit, dan dari 10% hingga 97% dalam waktu 9 menit dalam kondisi suhu normal. Di bawah suhu −30°C, waktu pengisian dari 20% hingga 97% membutuhkan sekitar 12 menit, meningkat 3 menit dibandingkan situasi standar.

“Sistem Blade Battery generasi kedua telah melalui uji ketahanan, di mana 500 siklus flash charging tidak menyebabkan kebakaran bahkan dalam pengujian penusukan (needle-piercing),” jelas BYD.

Stasiun tersebut juga menyertakan desain kabel yang digantung dengan bobot sekitar 2 kg untuk menjaga konektor tetap bersih dan tidak menyentuh tanah. Fitur penagihan otomatis serta plug-and-charge memungkinkan pengguna melakukan pengisian tanpa memerlukan interaksi melalui smartphone.

Ekspansi dan strategi nasional

Eksplorasi ini dilanjutkan setelah target cepat yang ditetapkan pada akhir Maret, dengan rencana membentuk 20.000 stasiun flash charging secara nasional hingga akhir 2026. Jaringan ini mencakup instalasi di kawasan perkotaan dan pusat pengisian cepat di jalan tol.

Perkembangan infrastruktur kendaraan listrik

Strategi “flash charging” BYD menjadi bagian dari transformasi infrastruktur kendaraan listrik di Tiongkok, yang melibatkan berbagai perusahaan dalam mendorong solusi pengisian berdaya tinggi. Menurut laporan industri, jaringan BYD yang direncanakan akan melebihi gabungan kapasitas jaringan tukar baterai pesaing seperti Nio dan CATL pada tahun 2026.

Pemain domestik lainnya juga mengembangkan fasilitas pengisian daya kelas megawatt, menunjukkan percepatan persaingan dalam teknologi pengisian cepat di pasar kendaraan energi baru Tiongkok. Ekspansi infrastruktur flash charging ini sejalan dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas, yang bertujuan meningkatkan kenyamanan pengguna serta mengurangi “kecemasan pengisian daya” (charging anxiety), yang sebelumnya menjadi hambatan utama dalam adopsi kendaraan listrik.

Laporan menyebutkan bahwa kecepatan pengisian dan kepadatan jaringan tetap menjadi faktor utama dalam keputusan konsumen serta perencanaan infrastruktur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *