Key Discussion: DPAA AS rutin temui keluarga prajurit hilang untuk beri dukungan
Kunjungan DPAA ke Keluarga Prajurit Hilang
Jakarta, Rabu – Tim Pertahanan Tahanan Perang/Badan Akuntabilitas Orang Hilang (DPAA) rutin berkunjung ke keluarga prajurit AS yang menghilang guna memberikan informasi terkini dan dukungan psikologis. Direktur DPAA Kelly McKeague, dalam konferensi pers daring di Jakarta, menyampaikan bahwa pihaknya baru saja bertemu dengan sekitar 400 keluarga personel Departemen Pertahanan (Dephan) AS untuk membagikan perkembangan terbaru kasus kehilangan anggota keluarga mereka.
“Yang kami coba lakukan adalah mengadakan pertemuan, di mana kami mengumpulkan keluarga-keluarga ini untuk memberi mereka informasi tentang kasus mereka,” kata Kelly McKeague menjawab pertanyaan ANTARA.
Menurut McKeague, ketidakpastian atas nasib anggota keluarga menjadi faktor yang memperparah rasa sedih. Kegiatan ini juga memungkinkan keluarga berbagi pengalaman dengan rekan sesama unit atau kerabat yang mengalami hal serupa. “Jadi, ada kesempatan untuk terhubung tidak hanya dengan kita dan mereka, tetapi juga di antara mereka sendiri; yang sekali lagi, merupakan dinamika yang menarik dan memberikan ketenangan serta penghiburan,” ujarnya.
Misi Investigasi di Morotai
Pada 2025, tim investigasi gabungan Indonesia dan AS telah menyelesaikan misi untuk menemukan warga Amerika yang hilang sejak Perang Dunia II di Morotai, Maluku Utara. Mereka mengumpulkan data dari 25 warga, melakukan survei arkeologi lebih dari 10 kali, serta mendapatkan informasi berharga untuk membantu mengidentifikasi prajurit AS yang belum ditemukan.
Di Morotai, tim tersebut meneliti bukti sejarah, melakukan survei lapangan, dan melibatkan penduduk setempat untuk menentukan lokasi potensial pemulihan. Kawasan ini memainkan peran strategis dalam kampanye Pasifik Perang Dunia II, menjadi pangkalan utama pasukan Sekutu sejak 1944. Dalam beberapa dekade setelahnya, Morotai tetap menjadi titik fokus dalam pencarian personel AS yang belum kembali.
Upaya Global DPAA
Misi investigasi di Morotai adalah bagian dari upaya global DPAA untuk menemukan dan mengidentifikasi jenazah prajurit AS yang hilang. Lembaga ini menjalankan operasi di berbagai negara dunia dengan didukung oleh masyarakat lokal dan negara tuan rumah, demi menyediakan catatan lengkap mengenai anggota militer AS yang belum diketahui keberadaannya.
DPAA, yang berada di bawah Dephan AS, bertugas memulihkan dan mengidentifikasi prajurit yang terdaftar sebagai tawanan perang atau hilang dalam aksi dari konflik masa lalu. Seluruh upaya ini dirancang untuk memberikan kenyamanan emosional kepada keluarga serta memperjelas status anggota mereka yang hilang.