Special Plan: Iran on Fire, Reset Geopolitik dan Gagalnya Perundingan Amerika–Iran

Iran Membara, Reset Geopolitik dan Gagalnya Perundingan Amerika–Iran

Penulis: M. Sholeh Basyari

Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Jakarta serta Dosen INSURI Ponorogo. Seperti yang diprediksi banyak pihak, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran berakhir gagal. Pihak AS terus mendorong Iran untuk menghentikan program nuklirnya sambil menegakkan tekanan melalui intimidasi selama proses perundingan. Sementara itu, Iran langsung mengajukan tuntutan tajam, termasuk meminta AS melepaskan dana yang dibekukan di berbagai bank internasional. Negara ini juga meminta AS mengendalikan Israel.

Amerika menawarkan gencatan senjata, Iran membara

Dari awal, Iran tidak ingin terlibat dalam perundingan, apalagi menghentikan konflik. Presiden Trump terus membanggakan hasil operasi Epic Fury, sambil menawarkan kesepakatan sementara dan langkah kembali ke meja negosiasi dengan janji menarik kepada Iran. Meski ada usaha untuk mencapai ceasefire, dunia menganggapnya hanya sebagai upaya singkat untuk menghentikan tekanan.

Pada tahap awal, Iran tampak semangat karena masyarakat internasional terus mengikuti dan memantau kemajuan mereka. Bahkan, sejumlah kelompok berada di posisi mendukung Iran, dengan hanya minoritas seperti gerakan Wahabi dan sebagian kecil pihak tertentu yang memperketat penolakan. Selain itu, Iran sedang menguji daya tahan militer dan rakyatnya menghadapi situasi kritis. Strategi ini berdasarkan kesan sebelumnya bahwa Iran dianggap lemah dalam konflik singkat 12 hari pada 2025.

Perkembangan terkini menunjukkan penggunaan isu Selat Hormuz secara berkelanjutan. Awalnya, Iran hanya bersikap santai, namun lama-kelamaan pola tersebut terbentuk jelas: mulai dari membatasi akses kapal tanker AS, Israel, dan sekutunya; kemudian membuka jalan bebas hambatan bagi negara-negara sekutu; hingga parlemen Iran mengesahkan kebijakan transit dengan biaya 2 juta dolar per kapal. Fakta ini menggarisbawahi keteguhan Iran terhadap perundingan dan keputusan geopolitik yang menyangkut kepentingannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *