Latest Program: Survei Ungkap Hampir 70 Persen Warga AS Khawatir Konflik AS-Iran
Hasil Survei Menunjukkan Kekhawatiran Publik AS Terhadap Konflik dengan Iran
Survei terbaru oleh YouGov dan CBS News mengungkap kecemasan masyarakat Amerika Serikat terhadap kemungkinan konflik dengan Iran. Sebanyak 68 persen responden mengaku cemas, sementara 57 persen mengalami tekanan psikologis. Angka tersebut mencerminkan ketidakpuasan terhadap penanganan pemerintah, dengan 54 persen menyatakan kemarahan terhadap situasi geopolitik yang berkembang.
Konflik Memanas Setelah Serangan ke Iran
Konflik antara AS dan Iran memuncak sejak 28 Februari, ketika pihak AS dan Israel menyerang target di Iran, termasuk Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban sipil, memperparah ketegangan di wilayah tersebut. Dalam respons, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, menciptakan siklus kekerasan yang meningkatkan risiko eskalasi.
Publik AS Memberikan Penilaian Negatif terhadap Kebijakan Trump
Survei menunjukkan bahwa 62 persen warga AS merasa Donald Trump tidak memiliki rencana yang jelas dalam menghadapi Iran. Sebanyak 66 persen juga mengkritik kurangnya penjelasan pemerintah tentang tujuan operasi militer. Pernyataan Trump pada 7 April, yang menyebut akan “menghancurkan peradaban Iran,” mendapat reaksi negatif.
“Menghancurkan peradaban Iran”
dinilai oleh 59 persen responden sebagai langkah yang tidak menyenangkan, dengan 47 persen menyatakan sangat tidak menyukai ancaman tersebut.
Ketidaksetujuan terhadap Kebijakan AS
Secara keseluruhan, 64 persen warga AS menolak cara Trump menangani konflik dengan Iran. Angka ini naik dua poin dibandingkan survei sebelumnya. Di sisi lain, survei Reuters/Ipsos menunjukkan 59 persen masyarakat menolak aksi militer ke Iran. Mayoritas responden juga mengkhawatirkan pengiriman pasukan darat oleh Trump.
“Harga bensin telah meningkat pada 2026”
dinyatakan oleh 74 persen warga Amerika sebagai indikator ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi.
Pemicu Kekhawatiran dan Perbandingan dengan Sejarah
Ketegangan ini memicu kecaman terhadap keputusan AS, dengan beberapa pejabat dari negara-negara Teluk menyatakan kekecewaan terhadap penanganan konflik oleh pemerintah Amerika. Aksi militer terhadap Iran dibandingkan dengan invasi ke Irak pada 2003, menunjukkan kecemasan terhadap dampak serupa di masa depan. Meski Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu, tingkat kekhawatiran publik tetap tinggi, dengan 59 persen warga AS menilai konflik berjalan “agak buruk” atau “sangat buruk” bagi negara mereka.