Main Agenda: Aklamasi Munas Percasi 2026: Agustiar Sabran Gantikan Utut, Era Baru Catur Indonesia Dimulai
Era Baru Pencaturan Indonesia Dimulai dengan Terpilihnya Agustiar Sabran
Jakarta menjadi tempat penyelenggaraan Munas XXX Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) 2026, di mana Agustiar Sabran diangkat secara resmi sebagai Ketua Umum PB Percasi periode 2026–2030. Pergantian ini mengakhiri masa kepemimpinan Grand Master Utut Adianto, yang menjabat selama dua masa jabatan sejak 2018 hingga 2026.
Proses Pemilihan Berjalan Lancar Tanpa Voting
Dalam rapat paripurna Munas, 34 dari 37 Pengprov Percasi hadir. Mayoritas peserta menyetujui kandidat Sabran secara langsung, tanpa perlu melalui proses pemungutan suara. Hasil ini menunjukkan kesepakatan yang cepat dan bulat dalam menentukan arah organisasi.
“Yang kedua, punya waktu untuk mengurus olahraga tersebut. Yang ketiga, tentu bagaimana juga pendanaan itu penting karena yang namanya pendanaan olahraga tidak mungkin berdasarkan hanya pemerintah, tapi bagaimana investasi dari private sector harus terjadi dan termasuk masyarakat,”
ucap Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga, yang menitipkan harapan besar pada kepemimpinan baru. Ia menekankan bahwa ketua umum harus memiliki dedikasi terhadap olahraga yang dipimpin, serta komitmen untuk menjamin dukungan dana yang memadai.
Fokus Digitalisasi dan Pendidikan
Agustiar Sabran langsung menyampaikan visi utamanya, yakni mendorong digitalisasi dalam pencaturan sebagai respons terhadap perubahan zaman yang semakin cepat. “Digitalisasi olahraga catur tentu akan kita upayakan, karena hal ini penting untuk mengikuti perkembangan zaman, apalagi pengaruhnya sangat besar untuk meningkatkan jumlah pecatur kita,”
katanya. Selain itu, ia berkomitmen memperluas catur ke lingkungan pendidikan, khususnya melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. “Olahraga catur ini banyak sekali manfaatnya, tentu sangat cocok jika diterapkan kepada para pelajar, untuk itu saya berencana untuk memasukan olahraga catur ke dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah,”
terangkum dalam pernyataannya. Langkah ini diharapkan memperkuat pembinaan sejak dini dan memperluas basis pecatur nasional.
Pergantian kepemimpinan ini menandai awal babak baru, dengan penekanan pada modernisasi dan ekspansi pencaturan Indonesia. Sabran diyakini akan menjadi penggerak penting dalam menghadirkan inovasi serta memperkuat eksistensi olahraga ini di berbagai sektor masyarakat.