Historic Moment: Serangan Baru Israel Hantam Pemakaman, Bayi Ikut Tewas
Serangan Baru Israel Hantam Pemakaman, Bayi Ikut Tewas
Kota Jakarta, pasukan militer Israel kembali melakukan serangan ke wilayah selatan Lebanon, meski harapan gencatan senjata semakin dekat. Serangan terjadi saat sebuah keluarga sedang menggelar upacara pemakaman, mengakibatkan kematian seorang bayi perempuan dan beberapa warga sipil. Insiden ini terjadi di Desa Srifa pada Rabu, yang juga merupakan hari pertama gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Korban dan Saksi
Warga yang berharap situasi akan mereda justru kembali terkejut oleh serangan udara yang mengorbankan nyawa. Aline Saeed (7), putri dari korban yang baru dimakamkan, menjadi salah satu orang yang selamat. Ia terluka dan dibalut perban, hampir kehilangan nyawa saat serangan menghantam rumah keluarganya. Kakek Aline, Nasser Saeed (64), turut bertahan hidup dan mengungkapkan perasaannya.
“Mereka bilang itu gencatan senjata. Kami datang ke desa untuk menghadiri pemakaman, membaca doa, lalu berjalan pulang. Tiba-tiba kami merasa seperti badai menerjang kami,” ujar Nasser Saeed, seperti dikutip Reuters.
Korban yang Meninggal
Peristiwa tersebut juga menewaskan ayah Aline, serta adiknya, Taleen (2 tahun), dan sejumlah kerabat. Pada hari Minggu, keluarga kembali menghadapi duka yang mendalam saat mengambil jenazah para korban di Tyre. Salah satu peti berukuran kecil yang berisi jasad Taleen menjadi simbol kesedihan korban sipil dalam konflik ini.
Pernyataan Militer Israel
Menurut militer Israel, mereka belum memiliki cukup detail untuk menyelidiki insiden tersebut. Mereka juga menegaskan telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi korban sipil selama operasi menargetkan Hizbullah.
Penjelasan Konflik
Konflik Lebanon memanas kembali sejak 2 Maret, ketika Hizbullah melancarkan serangan ke posisi Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Sejak itu, serangan Israel terus meningkat, menewaskan lebih dari 2.000 orang, termasuk anak-anak dan perempuan. Serangan pada Rabu dianggap sebagai yang paling mematikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan total korban jiwa di seluruh Lebanon mencapai lebih dari 350 orang.