Kemarin – percepatan olah sampah jadi energi listrik hingga KLB campak

Kemarin, percepatan olah sampah jadi energi listrik hingga KLB campak

Jakarta – Berita humaniora dari hari kemarin, Minggu (12/4), masih relevan hingga hari ini. Isu utama termasuk upaya pemerintah mempercepat konversi sampah menjadi energi listrik, serta pengumuman status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di beberapa daerah Sulawesi Selatan. Berikut penjelasan lebih lanjut:

Menteri Lingkungan Hidup Dorong PSEL di Jambi Raya

Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meminta daerah meningkatkan komitmen untuk mempercepat program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jambi raya. Tujuan ini bertujuan mengurangi masalah sampah secara berkelanjutan.

Pemkot Bogor Usulkan PSEL di Kawasan Kayumanis

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengusulkan pembangunan PSEL di kawasan Kayumanis sebagai langkah strategis untuk menangani sampah lintas wilayah. Inisiatif ini bertujuan menciptakan solusi daur ulang yang lebih efektif dan inklusif.

Status KLB Campak Ditetapkan di Tujuh Daerah Sulawesi Selatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan status KLB campak di tujuh daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, dan Luwu Timur. Pengumuman ini dilakukan untuk mempercepat respons terhadap wabah penyakit tersebut.

Menteri PPPA: Peran Perempuan Penting dalam Mencetak Generasi Unggul

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menegaskan bahwa peran perempuan sangat vital dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas. “Perempuan memegang peran sentral dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Berupaya Selamatkan Anak Yatim

Di usia 74 tahun, Ibu Welas tak lagi bisa berjualan sayur keliling seperti dulu, tetapi masih berharap masa depan Julio, cucunya. Sebuah sekolah berupaya menyelamatkan anak-anak yatim yang putus sekolah dan memiliki hobi bertawuran, dengan program pendidikan yang intensif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *