Pekan Lalu IHSG Hijau Pekat – tapi Asing Angkat Kaki Rp3,31 Triliun
Pekan Lalu IHSG Hijau Pekat, tapi Asing Angkat Kaki Rp3,31 Triliun
Sepekan terakhir April 2026, pasar saham domestik tetap didominasi oleh tekanan jual dari investor asing. Total nilai transaksi bersih asing mencapai Rp3,31 triliun, dengan fokus utama pada saham perusahaan besar di sektor perbankan, komoditas, dan teknologi. Meski IHSG mengalami penguatan signifikan, penjualan asing masih menjadi faktor penghambat dalam aktivitas perdagangan.
Penguatan IHSG dan Aktivitas Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 6,14% dalam seminggu, menembus level 7.458,50. Di sisi likuiditas, volume transaksi harian melonjak 24,81% menjadi 32,28 miliar saham, sementara frekuensi transaksi naik 15,05% ke 2,04 juta kali per hari. Nilai transaksi harian juga tumbuh 17,26% menjadi Rp17,31 triliun, menghasilkan total transaksi pasar sebesar Rp86,59 triliun selama periode tersebut.
Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar
Beberapa saham mendapat tekanan terbesar dari investor asing. Berikut daftar 10 saham dengan nilai jual terbesar selama 6 hingga 10 April 2026: – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp1,44 triliun – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp709,8 miliar – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) – Rp543,5 miliar – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp441,3 miliar – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp331,6 miliar – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp321,5 miliar – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp309,9 miliar – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp147,4 miliar – PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) – Rp112,7 miliar – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) – Rp93,5 miliar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 6,14% dalam sepekan ke level 7.458,50. Dari sisi likuiditas, aktivitas perdagangan juga meningkat tajam. Rata-rata nilai transaksi harian naik 17,26% menjadi Rp17,31 triliun, sementara frekuensi transaksi melonjak 15,05% menjadi 2,04 juta kali per hari. Volume transaksi harian bahkan melesat 24,81% menjadi 32,28 miliar saham.
Penurunan IHSG yang signifikan sejalan dengan tren positif di bursa global. Beberapa indeks utama seperti KOSPI Korea Selatan dan Nikkei Jepang masing-masing naik 8,96% dan 7,15% dalam periode yang sama. Meski tekanan jual asing terasa, penguatan pasar lokal mencerminkan kinerja positif di tingkat internasional.