Key Discussion: Perundingan AS-Iran Gagal Total hingga India Sebar Buaya di Perbatasan
Perundingan AS-Iran Gagal Total, India Pertimbangkan Strategi Keamanan Unik
Negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan pada Sabtu (11/4) berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan perundingan tersebut memicu perdebatan antara kedua pihak mengenai penyebab tidak berhasilnya kesepakatan. Setelah sesi perundingan berakhir, AS dan Iran saling menyalahkan atas kegagalan perundingan yang berlangsung selama 21 jam.
AS dan Iran Bertengkar Soal Syarat Perundingan
Berdasarkan pernyataan Wakil Presiden JD Vance, yang memimpin delegasi AS, kegagalan negosiasi dianggap sebagai berita buruk bagi Iran, lebih dari pada AS. “Berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu berita buruk bagi Iran jauh lebih daripada bagi Amerika Serikat,” ujarnya. Vance menyebut Iran menolak syarat-syarat AS, termasuk penghentian pengembangan senjata nuklir.
“Berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu berita buruk bagi Iran jauh lebih daripada bagi Amerika Serikat.”
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pembicaraan dilakukan dalam suasana ketidakpercayaan. “Wajar jika kita tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan hanya dalam satu sesi,” katanya, seperti dilaporkan media Iran.
India Memikirkan Penggunaan Buaya dan Ular Berbisa untuk Keamanan Perbatasan
Pemerintah India dikabarkan sedang menganalisis rencana keamanan yang tidak biasa, yaitu mengirimkan buaya serta ular berbisa ke sepanjang perbatasan dengan Bangladesh. Langkah ini dianggap sebagai alternatif untuk mengatasi tantangan pengawasan di daerah rawan banjir dan rawa, tempat pembangunan pagar fisik sulit dilakukan.
Dari total 853 kilometer wilayah yang belum memiliki pagar, sekitar 177 kilometer dianggap sulit dibangun secara permanen karena kondisi jalur air yang dinamis dan risiko banjir tinggi. Pasukan Keamanan Perbatasan (BSF) sedang mempertimbangkan usulan ini sebagai solusi pengganti fisik.
Trump Ancam Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan Gagal
Setelah perundingan damai dengan Iran gagal, Presiden Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz. Dalam akun Truth Social, ia menulis, “Efektif segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.”
“Efektif segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.”
Trump juga menyebut AS akan mencari dan mencegah pelayaran bagi kapal mana pun yang telah membayar biaya melintas Selat Hormuz kepada Iran. Mereka akan mulai membersihkan ranjau dari wilayah strategis tersebut.