Solution For: Mimpi Donald Trump Punya Kubah Emas Mulai Menjadi Kenyataan
Mimpi Donald Trump Punya Kubah Emas Mulai Menjadi Kenyataan
Proyek Golden Dome, yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kini mulai mengambil bentuk nyata. Dua perusahaan teknologi pertahanan, Impulse Space dan Anduril, menjadi pelaku utama dalam pengembangan prototipe sistem ini. Tujuan Golden Dome adalah sebagai penghalang bagi rudal dan drone sebelum mencapai wilayah AS, mirip dengan Iron Dome yang diterapkan Israel.
Proyek Berbasis Satelit
Golden Dome dirancang sebagai jaringan satelit yang mampu mendeteksi dan menargetkan ancaman dari luar atmosfer. Sistem ini beroperasi melalui teknologi pelacakan rudal, yang dikembangkan oleh Pentagon. Meski memiliki ambisi besar, proyek ini masih tergolong misterius karena detail jadwal peluncuran belum diungkapkan secara jelas.
Dalam perintah eksekutif, Trump meminta pemerintah AS mengerahkan perisai luar angkasa untuk melindungi negara dari serangan musuh. Tapi sejumlah laporan menyebut proyek ini bisa memakan waktu hingga dua dekade. Menurut Congressional Budget Office, biaya proyek ini mungkin mencapai US$3,6 triliun hingga tahun 2045. Namun, ada harapan bahwa uji coba besar pertama bisa dilakukan sebelum pemilu presiden 2028.
Kolaborasi dan Kompetisi Kontraktor
Impulse Space, yang dipimpin mantan insinyur SpaceX, Tom Mueller, bertindak sebagai subkontraktor Anduril. Kerja sama ini dianggap strategis karena menggabungkan keahlian peluncuran dan AI untuk sistem pertahanan. Selain mereka, perusahaan besar seperti Northrop Grumman, Lockheed Martin, dan startup True Anomaly juga dilaporkan terlibat dalam pengembangan prototipe serupa. Mereka bersaing untuk mendapatkan kontrak produksi akhir.
Sementara itu, proyek ini memicu kritik dari berbagai pihak. Analis menyebut konsep serupa pernah dicoba pada era Ronald Reagan, tetapi gagal terealisasi. Think tank Brookings Institution mengingatkan bahwa Golden Dome bisa memicu persaingan senjata baru. Jika AS sukses menerapkannya, negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia mungkin mengikuti langkah serupa.
Kekhawatiran Teknologi dan Biaya
Sistem Golden Dome masih dalam tahap awal pengembangan, dengan beberapa pakar mempertanyakan kepraktisan teknologinya. Meski dianggap inovatif, biaya besar dan durasi pengembangan yang panjang menjadi tantangan utama. Namun, penunjukan dua kontraktor teknologi menunjukkan komitmen pemerintahan Trump untuk mewujudkan mimpi tersebut.