Solution For: Di Halalbihalal IKA PMII, Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU
Di Halalbihalal IKA PMII, Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU
JAKARTA – KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, mengungkapkan persiapannya untuk bertarung dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Pengumuman tersebut disampaikan saat acara halalbihalal yang dihelat oleh Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (IKA PMII) Jombang dengan tema “Meneguhkan Khidmah Untuk Umat dan Bangsa.”
Kehadiran cucu dari Mbah Bishri Syansuri, salah satu pendiri NU di Al-Aqobah International Schoole (AIS) PP Al-Aqobah, dianggap sebagai kejutan. Gus Salam hadir dengan pakaian kemeja biru muda berwarna keabu-abuan yang dipadukan sarung bermotif batik. Dalam kesempatan tersebut, ia secara langsung mengenalkan diri sebagai calon Ketua Umum (Ketum) PBNU.
“Saya diperintah para kiai saya untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung Agustus-September nanti,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Gus Salam menegaskan bahwa keputusan maju sebagai calon Ketum PBNU berasal dari perintah para guru, sesepuh, dan masyayikh pesantren serta NU. “Ini soal niat, menjaga niat untuk mendukung calon Ketua Umum PBNU. Saya sam’an wa tho’atan, memenuhi perintah para guru,” tambahnya.
KH Amir Maliki Abi Thalchah, Ketua PC IKA PMII Jombang, menyambut baik niat Gus Salam. Sebagai putra almarhum Mustasyar PBNU, ia sering terlibat dalam berbagai acara Muktamar NU. “Semangat NU kembali ke dzurriyah perlu direfleksikan sesuai konteks dan tujuannya. NU sekarang mengalami krisis karena ulah para pemimpinnya. Maka, NU harus dikembalikan pada garis perjuangannya dan menguatkan struktur organisasi,” ujarnya.
“Gus Salam adalah cucu dari muassis Hadratussyeikh KH Bishri Syansuri. Ini sanad terkuat, level cucu. Apalagi, Gus Salam sangat berpengalaman, kiai muda, energik, dan mudah diterima di lingkungan NU,” paparnya.
KH Junaidi Hidayat, pengasuh PP Al-Aqobah dan sesepuh IKA PMII Jombang, menyatakan bahwa komunikasi Gus Salam dengan para petinggi PBNU dan tokoh NU yang juga wali santri di pesantrennya sudah berlangsung lama. Mereka merasa gelisah terhadap dinamika PBNU yang kacau dan terlibat masalah.
“Akhirnya, para dzurriyah muassis NU bisa merasakan kegelisahan ini. Tumbuh kewajiban untuk mengembalikan NU pada madzhab dan jalur perjuangannya. Kita do’akan Gus Salam diberi kekuatan dan kemudahan menjalankan tugas,” ucapnya.
Kiai Jun, sapaan akrab KH Junaidi, juga mengajak seluruh kader dan jejaring IKA PMII untuk mengawal perjalanan NU. “Jejaring IKA PMII yang tersebar di seluruh Indonesia harus turut aktif karena terlahir dari NU dan berkewajiban khidmad di dalamnya,” tegasnya.
Peran IKA PMII dalam Perbaikan NU
Dalam kesempatan tersebut, diingatkan bahwa perubahan PBNU ke depan akan terjadi seiring pergantian pemimpin. Gus Salam diharapkan dapat menjadi pilihan yang mampu memperkuat struktur organisasi dan mengembalikan kebanggaan Nahdliyyin terhadap jam’iyyah.
Persiapan Menuju Muktamar 2026
Muktamar PBNU 2026 direncanakan berlangsung Agustus hingga September. Gus Salam menyatakan bahwa ia berkomitmen untuk menjalani proses pemilihan dengan do’a dan nasehat dari para kiai, serta mengajak seluruh elemen NU untuk berpartisipasi dalam mengembalikan arah organisasi.