Solution For: Di Tengah Net Sell, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini
Di Tengah Net Sell, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini
Jakarta, Meski terjadi penjualan masif oleh investor asing secara keseluruhan, beberapa saham ternyata masih menjadi target pembelian aktif oleh investor internasional selama periode 6-10 April 2026. Data perdagangan menunjukkan sejumlah saham yang mencatatkan pembelian bersih asing terbesar dalam satu minggu, didominasi oleh sektor energi, komoditas, dan perbankan.
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai transaksi mencapai Rp206 miliar. Diikuti oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT United Tractors Tbk (UNTR), keduanya juga mengalami peningkatan signifikan dalam pembelian asing. Secara sektoral, saham berbasis energi dan komoditas terlihat mendominasi daftar pembelian, khususnya grup Adaro yang menghadirkan beberapa entitasnya ke dalam urutan teratas.
10 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp206 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp168,2 miliar
PT United Tractors Tbk (UNTR) – Rp163,9 miliar
PT Astra International Tbk (ASII) – Rp162,6 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp141,6 miliar
PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) – Rp123,5 miliar
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) – Rp109 miliar
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – Rp96,8 miliar
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) – Rp93,2 miliar
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Rp82,5 miliar
Kenaikan IHSG dan Aktivitas Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan signifikan hingga 6,14% dalam sepekan, mencapai level 7.458,50. Dari sisi likuiditas, transaksi pasar juga meningkat tajam. Rata-rata nilai transaksi harian naik 17,26% menjadi Rp17,31 triliun, sementara frekuensi transaksi melonjak 15,05% ke 2,05 juta kali per hari.
Volume transaksi harian bahkan melesat 24,81% menjadi 32,28 miliar saham. Secara total selama sepekan, nilai transaksi pasar mencapai Rp86,59 triliun dengan volume 161,42 miliar saham dan frekuensi 10,24 juta kali transaksi.
Naiknya IHSG sejalan dengan tren positif bursa global. Indeks utama seperti KOSPI Korea Selatan dan Nikkei Jepang masing-masing melonjak 8,96% dan 7,15% dalam periode yang sama.