Meeting Results: Bahlil dampingi Prabowo ke Rusia untuk amankan pasokan minyak
Bahlil Ikut Prabowo ke Rusia untuk Pastikan Stabilitas Pasokan Energi
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemani Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Moskow, Rusia. Tujuan utamanya adalah memastikan kelancaran pasokan energi nasional, terutama minyak, di tengah kondisi global yang terus berubah.
Kemitraan Strategis dan Pentingnya Energi Nasional
Dwi Anggia, juru bicara Kementerian ESDM, menyatakan bahwa kunjungan ini memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Rusia. “Ini menegaskan kelanjutan kerja sama antara kedua negara, yang bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional jangka panjang,” tuturnya.
“Kunjungan ini menegaskan kelanjutan kerja sama antara Indonesia dan Rusia, yang bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional jangka panjang.”
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penerusan kerja sama energi dan upaya memastikan pasokan yang stabil. “Pembahasan ini penting dalam konteks perubahan dinamika geopolitik dan persaingan energi global yang memengaruhi pasokan serta permintaan energi,” katanya.
Persiapan dan Jadwal Kedatangan
Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (12/4) sekitar pukul 23.10 WIB. Rombongan juga melibatkan Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Perjalanan menuju Moskow memakan waktu sekitar 12 jam penerbangan nonstop, dengan perkiraan tiba pada Senin pagi waktu setempat.
Setiba di Moskow, Presiden Prabowo akan segera bertemu secara pribadi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Selain menjajaki kerja sama energi, pertemuan tersebut juga melibatkan diskusi mengenai dinamika geopolitik global. Indonesia akan menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas dan perdamaian dunia, serta memperkuat hubungan strategis dengan mitra internasional.
Kementerian ESDM menilai kunjungan ini sebagai langkah penting dalam membangun kerja sama energi lintas batas. Langkah ini diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global.