Latest Program: Negosiasi AS-Iran Buntu, Bitcoin Jadi Pelarian

Bitcoin Menjadi Pilihan Utama di Tengah Ketegangan AS-Iran

Jakarta, CNBC Indonesia Research – Pasar kripto mengalami konsolidasi di awal pekan ini, dipengaruhi oleh ketidakpastian dari kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad. Kondisi ini memengaruhi dinamika pasar global, dengan harga Bitcoin (BTC) tetap stabil di sekitar $71.000 meskipun terdapat tekanan teknikal.

Kinerja Pasar: BTC dan ETH Bergerak Kecil

Menurut data perdagangan terkini, Bitcoin diperdagangkan pada level $71.143,63, mencatatkan koreksi harian sebesar -0,75%. Namun, tren positif mingguan berlanjut dengan kenaikan +3,43%, mengindikasikan pasar sedang mencari keseimbangan baru antara faktor makroekonomi dan isu geopolitik.

Ethereum (ETH) berada di $2.202,97, mengalami penurunan harian -0,84% namun menunjukkan apresiasi mingguan +4,16%. Stabilitas kedua aset utama ini menunjukkan permintaan yang reaktif mampu menopang tekanan jual.

Dinamika Altcoin: Hype dan Penurunan

Dalam sektor aset kripto alternatif, sebagian besar kapitalisasi besar menunjukkan fluktuasi minimal di bawah 1%. Binance Coin (BNB), XRP, dan Solana (SOL) mengalami pergerakan datar. Sementara itu, Hyperliquid (HYPE) mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi sebesar +13,31%, mencapai $41,90.

Berbeda dengan itu, Cardano (ADA) mengalami penurunan mingguan -6,28%, turun ke $0,2385. Hal ini menunjukkan bahwa rotasi modal saat ini bersifat selektif tanpa likuiditas besar.

Katalis Geopolitik: Kegagalan Perundingan

Kami telah memberikan penawaran final, tetapi Iran masih enggan menyetujui tuntutan kami, khususnya terkait energi nuklir dan aktivitas di Selat Hormuz.

Kegagalan perundingan damai yang dimediasi Pakistan memperkuat tekanan pada pasar finansial. Sebelumnya, penangguhan serangan militer selama dua pekan terlihat sebagai peluang untuk stabilitas, tetapi kini berpotensi berakhir tanpa hasil.

Perspektif Pasar: Konservatif hingga Akhir Tahun 2026

Kondisi geopolitik tetap menjadi penentu utama pergerakan harga. Meski mempertahankan BTC di kisaran $71.000, analisis fundamental menunjukkan bahwa kenaikan terbatas hanya sementara.

Analisis menunjukkan bahwa target harga konservatif, yaitu antara $40.000 hingga $45.000, masih relevan untuk memproyeksikan titik dasar siklus pasar pada Q3 atau Q4 2026. Investor disarankan bersikap hati-hati dalam menghadapi fluktuasi saat ini.

**Sanggahan:** Artikel ini adalah hasil penelitian CNBC Indonesia Research, yang menyampaikan pandangan, bukan rekomendasi investasi. Keputusan membeli, menjual, atau memegang aset sepenuhnya berada di tangan pembaca. CNBC INDONESIA RESEARCH [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *