Special Plan: Liburan ke Jepang Makin Mahal, Pajak Turis Naik Mulai Juli 2026

Liburan ke Jepang Semakin Mahal, Pajak Wisatawan Dinaikkan Mulai Juli 2026

Pemerintah Jepang mengambil langkah untuk meningkatkan pajak wisatawan, mulai 1 Juli 2026, sebagai respon atas fenomena over-tourism yang semakin mengkhawatirkan. Kebijakan ini menetapkan kenaikan pajak dari 1.000 yen (sekitar Rp100 ribu) menjadi 3.000 yen (sekitar Rp300 ribu) per orang. Langkah tersebut bertujuan mengatur sektor pariwisata, sekaligus menjaga kualitas hidup penduduk dan mendorong kunjungan ke destinasi daerah lain, jelas Hokuto Asano dari Kedutaan Besar Jepang di Washington, D.C.

Asano mengatakan, Jepang menargetkan 60 juta pengunjung asing dan pendapatan pariwisata sebesar 15 triliun yen pada 2030. Namun, kenaikan pajak dianggap perlu untuk menyeimbangkan pertumbuhan wisatawan dengan kondisi lokal. Selama 2025, jumlah turis asing di Jepang mencapai 40 juta, rekor tertinggi sepanjang sejarah. Meski popularitas destinasi ini terus meningkat, dampak negatif mulai terasa.

Menutup Festival Bunga Sakura, Kota Fujiyoshida Melakukan Pemangkasan

Salah satu acara wisata paling ikonik di Jepang, Festival Bunga Sakura di Taman Arakurayama Sengen, dibatalkan tahun ini. Kota Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi, mengambil keputusan tersebut karena kekhawatiran terhadap over-tourism dan perilaku turis yang tidak terkendali. Acara ini sebelumnya dihadiri sekitar 200.000 pengunjung, namun saat musim bunga, rata-rata 10.000 orang melewati area tersebut setiap hari, jumlah yang dinilai sulit ditangani warga lokal.

“Saya merasakan krisis yang mendalam saat menyaksikan kenyataan bahwa, di balik pemandangan indah ini, kehidupan tenang warga kita terancam,” ujar Wali Kota Fujiyoshida, Shigeru Horiuchi.

Kondisi ini memicu keluhan dari warga sekitar, terutama terkait masalah sanitasi. Pengunjung ditemukan memasuki rumah pribadi untuk menggunakan toilet, buang air di halaman, dan terkadang terlibat konfrontasi saat ditegur, laporan Kyodo News. Keselamatan juga menjadi isu utama, dengan keluarga di dekat lokasi wisata mengeluhkan risiko anak-anak terjebak dalam kerumunan di trotoar sempit saat pergi ke sekolah.

Pemangkasan festival ini menjadi contoh nyata bagaimana kelebihan jumlah turis mulai mengganggu keseimbangan antara wisata dan kehidupan masyarakat lokal. Pemerintah Jepang berharap kebijakan pajak akan membantu mengurangi tekanan pada area-area populer, sekaligus mendorong distribusi kunjungan ke tempat yang kurang dikenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *