Meeting Results: Negara ASEAN Bersatu Garap Proyek Besar Jaga Stabilitas Keuangan

Negara ASEAN Bersatu Garap Proyek Besar Jaga Stabilitas Keuangan

Pada 10 April 2026, Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (AFMGM) ke-13 berlangsung di Jakarta. Kepala perwakilan dari seluruh anggota kawasan menyampaikan komitmen untuk mengambil langkah kebijakan strategis serta memperkuat kolaborasi dengan mitra penting. Mereka sepakat menjaga konsistensi dalam stabilitas keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meski menghadapi perubahan global.

Kerja sama dalam sektor keuangan semakin ditingkatkan, dengan fokus pada perbaikan pasar keuangan, pengembangan sistem pembayaran lintas negara, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun stabilitas ekonomi kawasan. Selama pertemuan, para peserta juga menyetujui Finance Sectoral Plan 2026-2030, yang menjadi pedoman menuju visi ASEAN Community Vision 2045.

“Keberhasilan Project Revive bergantung pada keseriusan semua pihak. Kerangka kerja sama yang baru harus mampu menjadi platform efektif untuk menghadapi isu ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan, serta risiko di tingkat regional,” kata Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Dalam konteks integrasi keuangan, ASEAN mencatat beberapa pencapaian penting. Ini termasuk penyempurnaan kerangka ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) melalui Guidelines 2.0, peningkatan kerangka Capital Account Liberalisation (CAL), dan perluasan implementasi Local Currency Transaction (LCT). Selain itu, konsensus tercapai terkait ASEAN Swap Arrangement (ASA), yang diharapkan memperkuat pertahanan keuangan kawasan.

Adapun tiga Priority Economic Deliverables (PEDs) yang diperuntukkan untuk jalur keuangan dan bank sentral di bawah kepengurusan Filipina 2026, meliputi: penguatan pasar modal yang tangguh, percepatan integrasi pembayaran regional, dan perbaikan kesehatan keuangan sebagai dimensi baru inklusi ekonomi. Inisiatif ini diharapkan mendorong pertumbuhan yang lebih merata, memperluas akses keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, dalam agenda pembiayaan berkelanjutan, ASEAN menekankan pentingnya pengelolaan dana publik dan swasta, serta peningkatan akses pembiayaan iklim. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas anggota negara dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Keuangan Filipina, H.E. Frederick D. Go, dan Gubernur Bank Sentral Filipina, H.E. Eli M. Remolona Jr. Di hadapan sebelas negara anggota, kegiatan ini ditutup dengan pernyataan dari Singapura, yang menjadi ketua ASEAN tahun 2027. Mereka mengumumkan rencana penyelenggaraan AFMGM ke-14 pada tahun 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *