Announced: BMKG: Waspada bencana hidrometeorologi, NTT masuki peralihan musim
BMKG: Waspada bencana hidrometeorologi, NTT masuki peralihan musim
Kupang, NTT (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini berada dalam fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau, yang berpotensi memicu bencana cuaca. Peringatan dini terkait periode peralihan ini dikeluarkan oleh BMKG setempat, menurut pernyataan Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Vitro Nurvandyanto, Senin.
Peringatan Cuaca Ekstrem
“Walaupun wilayah NTT dan sekitarnya mulai memasuki musim kemarau, masyarakat tetap harus siap menghadapi cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan bencana hidrometeorologi,” kata Vitro Nurvandyanto.
Masa peralihan musim memerlukan kewaspadaan khusus karena terdapat risiko hujan deras, petir, serta angin kencang singkat. Bencana yang mungkin terjadi mencakup banjir, longsoran tanah, pohon tumbang, serta kerusakan infrastruktur.
Kondisi Cuaca Regional
Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat diimbau untuk memantau kemungkinan hujan intensitas sedang hingga tinggi. Sementara itu, pada Selasa (14/4), sebagian besar wilayah NTT diprediksi cerah, dengan beberapa daerah berpotensi mengalami hujan ringan. Di sisi lain, Sabu Raijua mungkin menghadapi angin kencang dari Senin hingga Rabu.
Imbauan BMKG
BMKG mengingatkan masyarakat tetap waspada dan tenang selama fase peralihan musim. Pemantauan peringatan dini tiga hari terus dianjurkan untuk mengurangi risiko bencana. Informasi terkini bisa diakses melalui layanan 24 jam, seperti telepon (0380) 881613, WhatsApp 0811-3940-4264, Instagram @infobmkg dan @infobmkgeltari, serta aplikasi Info BMKG.