Banjir masih merendam Dayeuhkolot dengan 19.408 jiwa terdampak

Banjir Masih Merendam Dayeuhkolot dengan 19.408 Jiwa Terdampak

Sejak malam Sabtu (11/4), genangan air masih menyelimuti wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat banjir yang berasal dari luapan Sungai Citarum dan anak sungainya. Hujan deras menjadi penyebab utama kejadian tersebut.

Jumlah Warga Terdampak

Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi mengatakan jumlah warga yang terkena dampak banjir mencapai 6.877 Kepala Keluarga (KK) atau 19.408 jiwa, yang tersebar di sejumlah wilayah. “Hingga kini masih merendam tetapi ketinggiannya berkurang. Total terdampak ada 6.877 KK atau 19.408 jiwa di beberapa wilayah,” katanya.

Wilayah terdampak meliputi tiga desa dan satu kelurahan, di antaranya Dayeuhkolot dan Citeureup, yang masih tergenang.

Penanganan Darurat

Beberapa warga yang terdampak bermigrasi ke empat titik pengungsian, termasuk lokasi di balik Kantor Desa Dayeuhkolot dan dua masjid di Desa Citeureup, yaitu Masjid An-Nur serta Masjid Al Ikhlas. “Pengungsi tersebar di empat titik, terpusat di shelter (pengungsian) PMI kantor desa dan dua masjid di Citeureup,” kata Asep.

Langkah Pemulihan

Aspek dasar kebutuhan, seperti makanan siap saji, layanan kesehatan, dan perlengkapan darurat, telah dipersiapkan guna menjaga kenyamanan warga selama masa tanggap darurat. Selain itu, langkah jangka panjang juga dilakukan melalui kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk meningkatkan kapasitas aliran air melalui pengerukan sungai. Pemerintah daerah juga menaikkan ketinggian jembatan di beberapa titik rawan banjir serta menerapkan pendekatan Pentahelix dengan melibatkan berbagai pihak guna memperkuat mitigasi bencana.

Laporan BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat bahwa kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sembilan kecamatan, termasuk Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Rancaekek, Majalaya, Arjasari, Katapang, Cangkuang, serta Cimaung. Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan kerusakan bangunan, terutama pada atap rumah akibat diterjang angin atau tertimbun pohon yang tumbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *