5 Penyebab Nilai Rupiah Tembus Rp 17.000/US$ – Ada Ulah Donald Trump

5 Faktor Penyebab Rupiah Melemah ke Rp17.000/US$, Donald Trump Berperan

Jakarta, Mata uang rupiah tumbang terhadap dolar AS pada pagi hari ini. Menurut data Refinitiv, rupiah mencapai level Rp17.000 per dolar AS pada pukul 09.31 WIB. Global Markets Economist dari Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menjelaskan bahwa ada lima sentimen yang memengaruhi penurunan nilai tukar rupiah hari ini.

Kebijakan Trump dan Konflik Timur Tengah

Myrdal menyebutkan bahwa investor internasional bersikap lebih hati-hati akibat ketegangan global, terutama setelah serangan Presiden AS Donald Trump bersama Israel terhadap Iran. Sikap ini mengurangi daya tarik pasar emerging market, termasuk Indonesia, sehingga memperlambat aliran modal ke dalam negeri.

“Myrdal menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah masih berkaitan erat dengan sikap investor global yang terus menjalankan kebijakan risk averse… sehingga banyak yang melakukan aksi jual atau profit taking,” katanya.

Peningkatan Permintaan Valas untuk Impor

Dan menurutnya, permintaan valas domestik juga meningkat karena kebutuhan impor yang terus tumbuh. Khususnya, impor bahan bakar minyak (BBM) mengalami peningkatan selama harga minyak global masih tinggi, meski ada upaya AS untuk menyelesaikan konflik.

Belanja Impor dan Siklus Bulanan

Myrdal menambahkan bahwa penurunan rupiah terkait dengan pengeluaran rutin yang biasa terjadi di akhir atau awal bulan. Aktivitas belanja untuk produk impor, termasuk BBM, berdampak pada permintaan valas dan fluktuasi tukar mata uang.

Musim Dividen dan Permintaan Dolar

Kemudian, faktor musiman juga berkontribusi. Pada periode April hingga Juli, permintaan dolar domestik meningkat karena kebutuhan pembayaran dividen kepada investor asing, menurut Myrdal.

Penundaan Pembayaran Utang

Selain itu, adanya libur Lebaran menyebabkan pergeseran waktu pembayaran utang luar negeri. Biasanya, pembayaran ini dilakukan di akhir bulan, tetapi diperkirakan bergeser ke awal bulan setelah lebaran, menurutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *