PM Lebanon serukan persatuan nasional di tengah perang
PM Lebanon Serukan Persatuan Nasional di Tengah Konflik
Beirut, 12 April 2024 – Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan bahwa negara ini sedang berusaha mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Ia menekankan perlunya menjaga kesatuan nasional dan memulihkan keadaan Lebanon, menurut laporan dari National News Agency Lebanon.
Salam mengungkapkan pernyataan tersebut dalam rangka memperingati tanggal 13 April 1975, hari dimana perang saudara di Lebanon pecah. Tujuannya, menurutnya, bukan hanya untuk mencegah kembali pecahan perang, tetapi juga mewujudkan negara yang adil, kuat, dan bersatu bagi seluruh masyarakat.
“Tujuan kami adalah membangun bangsa yang adil, kuat, dan bersatu bagi semua pihak,” kata Salam.
Ia menekankan pentingnya menerapkan sepenuhnya Perjanjian Taif, yang dinegosiasikan di Arab Saudi pada 1989 dan disetujui pada tahun yang sama. Perjanjian ini mengakhiri perang saudara yang berlangsung selama 15 tahun dan mengembalikan otoritas pemerintah Lebanon di wilayah selatan.
Hizbullah terlibat dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada 2 Maret. Mereka meluncurkan roket dari wilayah selatan Lebanon ke arah Israel, yang memicu serangan militer intensif Israel terhadap berbagai daerah di seluruh negeri.
Iran dan AS menyetujui gencatan senjata pada Rabu (8/4). Meski Israel menyatakan akan mematuhi perjanjian itu, pihaknya berpendapat bahwa kesepakatan tersebut tidak berlaku untuk Lebanon. Pernyataan tersebut ditolak oleh Iran dan mediator Pakistan.
Menurut laporan dari Pusat Operasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Lebanon pada Minggu (12/4), serangan Israel terhadap Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 2.055 orang dan melukai 6.588 lainnya.