Kasus peluru nyasar di Gresik – KPAI desak hak restitusi ditunaikan
Kasus Peluru Nyasar di Gresik: KPAI Ingatkan Penegakan Hak Restitusi
Sebuah insiden peluru nyasar yang terjadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah memicu perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga tersebut menekankan perlunya penanganan korban dan pemenuhan hak restitusi sebagai prioritas dalam kasus yang melukai dua remaja. Peristiwa ini terjadi pada 17 Desember 2025, saat sejumlah siswa sedang mengikuti kegiatan sosialisasi di salah satu SMP Negeri.
Proses Hukum dan Perlindungan Korban
KPAI terus bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jawa Timur, serta aparat hukum lainnya, untuk memastikan pemulihan korban dan proses hukum yang adil. Anggota KPAI, Dian Sasmita, menegaskan bahwa hak restitusi dan perlindungan anak tidak boleh diabaikan.
“Jangan sampai ada pelemahan yang menyebabkan korban mengalami pengulangan viktimisasi. Kami juga meminta agar hak restitusi dan perlindungan korban tetap diprioritaskan,” ujar Dian Sasmita saat diwawancara di Jakarta, Senin.
Menurut Dian, KPAI terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan keadilan dalam proses hukum. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Indra Gunawan, menambahkan bahwa proses hukum di Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pom Kodaeral) V harus transparan dan profesional.
“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan mendorong agar dilakukan secara transparan, akuntabel, serta memberikan keadilan bagi korban. Kepentingan terbaik anak-anak harus menjadi fokus utama,” tutur Indra Gunawan.
Dua korban peluru nyasar adalah DF (14) dan RO (15). Peluru ditemukan bersarang di tangan kiri DF dan punggung kanan RO, berdasarkan hasil rontgen. Kedua remaja tersebut kemudian menjalani operasi pengambilan peluru, di mana DF mengalami patah tulang di telapak tangan kirinya dan dipasang pen.
Insiden ini terjadi di dekat lapangan tembak TNI AL yang berada sekitar 2,3 kilometer dari lokasi sekolah. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang, Jatim, untuk perawatan intensif. Kondisi fisik mereka masih dalam masa pemulihan, sementara kondisi mental memerlukan asesmen lanjutan.