Golongan Darah Ini Berisiko Tinggi Kena Stroke di Usia Muda
Golongan Darah yang Berisiko Tinggi Mengalami Stroke di Usia Muda
Berdasarkan laporan dari Healthline, para peneliti dari University of Maryland menganalisis data dari 7.000 pasien stroke serta hampir 600 ribu individu sehat, yang berasal dari 48 penelitian berbeda. Selain itu, mereka juga meninjau data genetik dan jenis stroke iskemik, yang merupakan tipe stroke paling umum.
Hasil riset menunjukkan bahwa 16 persen orang dengan golongan darah A lebih rentan mengalami stroke dini sebelum mencapai usia 60 dibandingkan golongan darah lain. Sementara itu, individu dengan golongan darah O menunjukkan risiko yang lebih rendah, meski golongan B dan AB tidak menunjukkan pengaruh signifikan.
“Jumlah orang dengan stroke dini meningkat. Orang-orang ini lebih mungkin meninggal karena peristiwa yang mengancam jiwa, dan mereka yang selamat berpotensi menghadapi kecacatan selama puluhan tahun,” kata profesor neurologi dan peneliti utama untuk penelitian ini, Dr Steven Kittner, dikutip Selasa (15/10/2024).
Para peneliti menegaskan bahwa kaitan antara stroke dini dan golongan darah tetap ada meski faktor-faktor risiko lain seperti jenis kelamin, berat badan, serta kebiasaan merokok sudah dipertimbangkan. Selain itu, mereka menemukan bahwa 12 persen individu dengan darah O memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami stroke sebelum berusia 60, sementara tipe B dan AB tidak berdampak signifikan.
Menurut data resmi, terdapat lebih dari 91.000 kasus stroke di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara dalam 12 bulan antara April 2021 hingga Maret 2022. Di AS, sekitar 800.000 orang mengalami stroke setiap tahun. Hampir setengah dari populasi Inggris dan Amerika memiliki golongan darah O, sedangkan sepertiga lainnya adalah golongan A. Tipe B dan AB masing-masing sekitar 10 dan lima persen.
Stroke adalah kondisi yang terjadi saat pasokan darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Dalam jurnal Neurology, penelitian ini menemukan bahwa sekitar 1 dari 16 kasus stroke di kelompok A dapat dikaitkan dengan faktor darah.
Dilansir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 juta orang di dunia mengalami stroke setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 5 juta di antaranya meninggal, dan 5 juta lainnya mengalami kecacatan permanen. Meski stroke sering dianggap hanya menyerang lansia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menegaskan bahwa kondisi ini bisa mengintai siapa saja, tanpa memandang usia.