Main Agenda: Rumah Sam Altman Dilempar Bom Molotov, Diduga Gara-gara AI

Rumah Sam Altman Dilempar Bom Molotov, Diduga Terkait Pengembangan AI

Seorang pelaku berusia 20 tahun dilaporkan melempar bom Molotov ke rumah Sam Altman, CEO OpenAI. Penyerangan ini diduga terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Organisasi PauseAI mengungkap bahwa tersangka, yang dikenal sebagai Daniel Alejandro Moreno-Gama, telah bergabung dalam server Discord mereka selama dua tahun terakhir.

Kelompok PauseAI dan Tujuan Organisasi

Kelompok nirlaba tersebut konsisten mengkritik perkembangan model AI terkini, seperti GPT-5.4 dari OpenAI. Dalam pernyataan di situs webnya, PauseAI menyatakan bahwa “Kekerasan terhadap siapa pun bertentangan dengan segala hal yang kami perjuangkan,” menurut Business Insider, Senin (13/4). Tersangka telah memposting 34 pesan di server Discord, meski tidak ada pesan eksplisit yang mengajak kekerasan.

PauseAI menegaskan bahwa Moreno-Gama tidak terlibat dalam kampanye, acara, atau penerimaan dukungan dari organisasi mereka. “Setelah mengetahui berita serangan tersebut, kami memblokirnya dari server,” tambah pernyataan mereka. Moderator mulai menghapus pesan pelaku, tetapi menghentikan aksinya setelah menyadari relevansinya terhadap penyelidikan.

“Server Discord kami adalah ruang komunitas terbuka. Seperti forum lainnya, siapa pun dapat bergabung bebas,” jelas PauseAI. “Kami memoderasi saluran dengan serius, tetapi tidak bisa memprediksi tindakan individu yang masuk ke server terbuka,” lanjut pernyataan tersebut.

Respons Pihak Berwenang dan Situasi di Lokasi

Pihak berwenang di San Francisco menahan Moreno-Gama pada Jumat, 12.47 siang. Ia kini menghadapi tuduhan pembakaran properti dan percobaan pembunuhan. Menurut juru bicara polisi, petugas tiba di rumah di kawasan North Beach setelah pukul 04.00 waktu setempat. Api hanya melalami gerbang luar, tanpa korban luka.

Tersangka kabur dari lokasi kejadian dengan berjalan kaki. Ciri-cirinya kemudian disebarkan kepada seluruh petugas Kepolisian San Francisco (SFPD). Pada pagi hari, petugas juga mengunjungi kantor OpenAI, di mana seorang pria mengancam akan membakar gedung. Juru bicara mengatakan pria itu sesuai dengan deskripsi pelaku serangan di rumah Altman.

Pernyataan OpenAI dan Sam Altman

OpenAI mengonfirmasi insiden dalam pernyataan resmi. “Pagi ini, ada orang yang melempar bom Molotov ke rumah Sam Altman dan juga mengancam kantor pusat kami di San Francisco. Tidak ada korban luka,” ujar juru bicara perusahaan. Kejadian ini terjadi lima bulan setelah OpenAI memerintahkan karyawan berlindung akibat laporan ancaman dari aktivis anti-AI.

“Saya memahami sentimen anti-teknologi dan jelas teknologi tidak selalu bermanfaat bagi semua orang. Namun, secara keseluruhan, saya yakin kemajuan teknologi dapat menciptakan masa depan yang luar biasa, baik untuk keluarga Anda maupun keluarga saya,” tulis Altman dalam blognya.

Altman menambahkan, “Sambil kita membahas ini, kita harus mengurangi retorika dan taktik yang digunakan, serta meminimalkan ledakan—baik secara kiasan maupun harfiah—di lebih sedikit rumah.” OpenAI, yang menjadi pemain utama industri teknologi, telah bertemu banyak pemimpin dunia, termasuk mantan Presiden Donald Trump, dan menjadi tokoh sentral di sektor ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *