Latest Program: BI: Perang AS-Iran beri dampak tak langsung ke pasar finansial global

BI: Konflik AS-Iran Mengguncang Pasar Keuangan Global

Jakarta – Dalam sesi Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyoroti dampak yang terjadi di pasar keuangan global akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun langsung memengaruhi sektor keuangan global, ia menjelaskan bahwa pengaruhnya lebih terasa secara tidak langsung.

“Kalau dampak langsung, Iran dan Israel sebenarnya bukan pusat keuangan global. Kontribusi mereka dalam sektor finansial tidak terlalu besar, dan respons pasar di kawasan Timur Tengah juga terbatas. Namun, dampak tidak langsung dari konflik ini sangat signifikan,” ucap Destry.

Menurut Destry, faktor utama yang memicu dampak besar adalah keterlibatan AS sebagai keuangan global. Selain itu, lokasi strategis Iran di wilayah tersebut menambah ketidakpastian, sehingga memperkuat persepsi risiko di seluruh pasar. Fenomena ini membuat investor menghindari risiko dan beralih ke aset lebih aman, seperti dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Kondisi tersebut terlihat dari aliran modal yang kembali ke negara-negara maju, yang menyebabkan indeks dolar (DXY) menguat dan imbal hasil obligasi AS mencapai level 4,5 hingga 4,6 persen. Di sisi lain, arus investasi ke pasar berkembang, termasuk Indonesia, mengalami penurunan. Meskipun mulai ada masuknya dana di pasar domestik seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN), secara keseluruhan, Indonesia mencatatkan aliran modal keluar sekitar Rp21 triliun.

Destry menegaskan bahwa ketidakpastian global akibat konflik ini berdampak pada nilai tukar mata uang, terutama karena investor mencari kestabilan di tengah fluktuasi pasar. “Artinya, ada risiko yang meningkatkan tekanan pada mata uang lokal, sementara DXY dan imbal hasil obligasi AS naik,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *