Special Plan: IKN Punya Gereja Katolik Pertama, Tinggal Tunggu Restu Vatikan
Pembangunan Gereja Katolik Pertama di IKN Masuk Tahap Penyelesaian
Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tengah menyelesaikan pembangunan gereja pertamanya. Gereja yang akan diberi nama Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius ini diharapkan dapat beroperasi pada bulan Juli mendatang. Menurut Kementerian Agama RI, penamaan Basilika Santo Fransiskus Xaverius di IKN masih menunggu persetujuan dari Takhta Suci Vatikan.
“begitu, Kementerian Agama RI menegaskan status Basilika Santo Fransiskus Xaverius di IKN masih menunggu persetujuan Takhta Suci Vatikan,”
Penjelasan ini disampaikan untuk memastikan masyarakat memahami bahwa pengukuhan status basilika dilakukan melalui mekanisme Gereja Katolik universal. Salman Habeahan, Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan basilika diajukan oleh Uskup Agung Samarinda setelah melalui evaluasi historis, pastoral, liturgis, dan spiritual. Rekomendasi resmi juga diperoleh dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Konstruksi gereja serta Wisma Uskup telah mencapai sekitar 99 persen, memasuki fase akhir seperti dekorasi interior, ornamen, fasad, dan tata lanskap. Tempat ibadah ini dirancang mampu menampung sekitar 1.500 umat di ruang dalam dan 1.000 orang di selasar luar dengan anggaran sebesar Rp704,9 miliar.
Gereja Menjadi Simbol Kebhinnekaan dan Persaudaraan Nasional
Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN diharapkan mewakili semangat kebhinnekaan dan persaudaraan di kawasan peribadatan baru. Pemilihan Santo Fransiskus Xaverius sebagai pelindung juga mencerminkan komitmen Gereja Indonesia dalam mendorong dialog antarbudaya dan kerukunan umat beragama.
Sebagai bagian dari upaya membangun IKN, Konferensi Waligereja Indonesia bersama Ditjen Bimas Katolik telah membentuk panitia untuk misa syukur dan peresmian basilika, yang direncanakan berlangsung di akhir Juli mendatang. Seluruh perlengkapan liturgi disiapkan oleh tenaga lokal, sehingga basilika ini menjadi simbol pembangunan spiritual serta persaudaraan di wilayah tersebut.