Main Agenda: Ini 5 Wilayah “Penguasa” Stok Beras RI, Bulog Terus Tumpuk Cadangan
Ini 5 Wilayah “Penguasa” Stok Beras RI, Bulog Terus Tumpuk Cadangan
Pada rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah tahun 2026, Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandari mengungkapkan bahwa stok beras pemerintah saat ini mencapai 4,647 juta ton. Cadangan beras pemerintah (CBP) tersebut telah disebar ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan kenaikan harga beras yang signifikan.
“Kita telah menyebarluaskan cadangan beras ke seluruh Indonesia, termasuk wilayah III dan DTPK. Selain itu, stok minyak goreng juga tersedia sebanyak 104.660 kiloliter,” ujarnya.
Bulog juga menguasai 21.582 ton beras komersial, sehingga total beras yang dikelola mencapai 4,668 juta ton. Menurut Epi, stok-stok tersebut sudah siap untuk didistribusikan. Dalam pengadaan beras untuk 2026, jumlah yang telah dikumpulkan mencapai 1,8 juta ton untuk CBP dan 24 ribu ton untuk beras komersial. Dengan demikian, total pengadaan dari dalam negeri mencapai 1,9 juta ton setara beras.
Dalam upaya memastikan ketersediaan pangan, Bulog menargetkan pengadaan beras terbesar dalam enam tahun terakhir. Selain itu, perusahaan ini juga fokus pada penyebaran beras ke daerah-daerah yang membutuhkan bantuan, seperti SP2KP dan SPHP.
Sementara itu, dalam diskusi dengan Bupati Mahakam Ulu dan Kutai Barat, Kalimantan Timur, Bulog berencana membangun gudang sementara sebagai bagian dari strategi stabilisasi harga. “Kita sepakat membuat gudang filial Bulog di kedua daerah tersebut untuk menyimpan beras secara langsung,” jelas Epi. Hal ini akan mempercepat distribusi kebutuhan pangan dan mendukung pelaksanaan program infrastruktur pangan tahun 2026.