Pengamat Ungkap RI Lebih Kuat Dibandingkan Jaman Krisis

Pengamat Ungkap RI Lebih Kuat Dibandingkan Jaman Krisis

Kondisi Ekonomi Pasca-Pandemi

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, menyampaikan analisis mengenai situasi ekonomi Indonesia pada acara Central Banking Forum 2026 di The Grand Ballroom, Mandarin Oriental Jakarta, Senin (13/4/2026). Menurutnya, ekonomi Indonesia kini tampil lebih stabil dibandingkan masa krisis 1998. Faktor utama perbedaan ini berada pada sektor nyata, yang kini menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi.

“Beberapa faktor yang membedakan, seperti kondisi sektor nyata, fiskal, dan keuangan. Sektor nyata, jika dibandingkan dengan 1998, 2020 saat pandemi. Di 1998 sektor riil rapuh, meski pertumbuhan ekonomi sempat tinggi di tahun 1997,” ujarnya.

Peran Sektor Produksi dalam Pertumbuhan

Faisal menekankan pentingnya konsistensi sektor nyata sebagai tulang punggung perekonomian. Sektornya berkontribusi langsung pada peningkatan PDB, sehingga kekuatan ekonomi Indonesia bisa bertahan meski menghadapi tekanan geopolitik global. Ia juga menyoroti perbaikan daya tahan sektor keuangan dan kelembagaan yang lebih baik dibandingkan masa lalu.

“Di 2020 saat COVID, kuat riilnya. Tapi setelah pandemi, pelemahan signifikan terjadi di sektor riil. Ini yang harus kita balikkan,” tutur Faisal.

Tingkat Utang dan Pengelolaan Anggaran

Menurut Faisal, tingkat utang Indonesia serta negara lain tetap tinggi usai pandemi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengelola defisit fiskal secara bijak, memastikan angka tidak melebihi 3% agar kepercayaan pasar tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang tepat, ekonomi Indonesia dapat mempertahankan kestabilannya di tengah tantangan eksternal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *