Special Plan: Kemdiktisaintek dorong penguatan mahasiswa lewat Pendidikan Berdampak

Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Mahasiswa Melalui Pendidikan Berdampak

Jakarta – Dalam acara penutupan Kongres ke-V Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menekankan pentingnya penguatan peran mahasiswa melalui Program Pendidikan Berdampak. Acara tersebut diadakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang pada Minggu (12/4), dengan tema “Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju.”

Wamendiktisaintek menyampaikan bahwa forum mahasiswa seperti kongres ini menjadi sarana kritis untuk meningkatkan kolaborasi, membangun kepemimpinan, serta memperkuat potensi generasi muda. “Kegiatan semacam ini bukan sekadar acara rutin, tetapi memiliki peran besar dalam mempersiapkan tokoh masa depan melalui proses konsolidasi,” ujar Fauzan dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

“Selain capaian akademik, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta adaptasi terhadap tantangan dunia nyata,” tambah Fauzan, yang menyoroti peran mahasiswa sebagai pelaku perubahan dalam mengawal demokrasi, keadilan sosial, dan pembangunan daerah.

Direktur UPI Kampus Serang, Supriadi, mengatakan bahwa lembaga pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membentuk dan mendukung mahasiswa menjadi calon pemimpin yang berkualitas. Sementara itu, Bagas Yulianto, perwakilan mahasiswa dan Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.

“Gerakan mahasiswa perlu mengambil langkah lebih dari sekadar diskusi teoretis. Mereka harus menjadi kekuatan nyata dalam mendorong kemajuan wilayah dengan solusi yang berasal dari pendidikan berdampak,” ujar Bagas Yulianto, yang menyoroti pentingnya mengangkat isu-isu lokal ke tingkat pemerintahan pusat dan daerah.

Dalam konteks transformasi pendidikan, Fauzan memaparkan bahwa mahasiswa harus siap menghadapi tantangan global, khususnya dengan kondisi bonus demografi yang diprediksi mencapai puncak pada 2030. Ia menekankan bahwa pendidikan harus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *