Latest Program: Perpusnas terus tingkatkan layanan literasi di tengah efisiensi
Perpusnas terus tingkatkan layanan literasi di tengah efisiensi
Jakarta – Pada acara peluncuran logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Perpusnas, Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso menegaskan komitmen lembaga tersebut untuk terus memperbaiki akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat, meski dalam konteks kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah. Menurut Joko, kebijakan efisiensi bukanlah pengurangan layanan, melainkan penyesuaian fokus berdasarkan dampak nyata. “Kita tetap adaptif dalam menjaga kualitas layanan dan mengembangkan literasi ke seluruh masyarakat,” ujarnya.
Perkuatan Layanan Digital dan Fisik
Perpusnas mencoba memastikan layanan tetap optimal, baik secara fisik maupun digital. Penguatan ekosistem literasi juga menjadi prioritas, dengan meningkatkan keamanan sistem dan kualitas koleksi. Joko menambahkan, e-resources diperkuat untuk mempertahankan stabilitas serta perlindungan data digital. “Integrasi sistem informasi membantu pengambilan keputusan lebih cepat, sekaligus mendorong transparansi,” katanya.
Kegiatan HUT Ke-46 dan Peningkatan Partisipasi
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-46, Perpusnas mengadakan pameran di tiga area berbeda. Pameran ini berlangsung dari 4 hingga 29 Mei 2026, menampilkan berbagai koleksi seperti naskah Nusantara, foto, dan lukisan. Selain itu, lembaga ini telah menghasilkan 910 buku turunan dan 125 bacaan anak yang bisa diakses gratis.
“Efisiensi adalah penajaman prioritas, bukan pengurangan layanan,” kata Joko Santoso.
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Suharyanto menyebutkan, jumlah anggota mencapai 3.868.901 orang hingga Maret 2026. Angka ini meningkat 28.386 orang dalam tiga bulan, atau rata-rata 316 orang per hari. “Format digital untuk kartu anggota juga diperkenalkan, sehingga lebih efisien dalam pengelolaan,” ujarnya.
Kolaborasi untuk Mendorong Literasi
Adin Bondar, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, menyoroti kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat literasi. “Program sekolah rakyat telah membangun 224 perpustakaan dengan 291 ribu buku, 448 rak, dan 142 anjungan digital,” katanya.
“Layanan ISBN mencapai 10 ribu judul per bulan, atau sekitar 406 judul per hari,” ujar Suharyanto.
Adin juga mengatakan, gerakan literasi melibatkan relawan, kementerian, dan pemerintah daerah. Lebih dari 20 juta buku bacaan didistribusikan, sementara sekitar 13 juta warga dilibatkan dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Peningkatan ini dinilai membuka peluang ekonomi baru melalui literasi.