Sampah di TPS Kramat Jati meluber ke kali – warga khawatir banjir

Sampah di TPS Kramat Jati Meluber ke Kali, Warga Khawatir Banjir

Jakarta – Sejumlah penduduk di sekitar TPS Pasar Induk Kramat Jati mengungkapkan kekhawatiran terhadap risiko banjir akibat longsoran dinding penahan sampah. Seorang warga yang bekerja sebagai pengangkut sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Tebe (35), menyatakan upaya pembersihan kali tidak efektif karena sampah terus mengalir ke saluran air.

“Percuma kita bersihin kali kalau sampahnya yang banyak banget itu jatuh terus ke kali. Jadi, aliran air bisa terhambat, menyebabkan banjir,”

kata Tebe di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu.

Menurut Tebe, kerusakan dinding tersebut berdampak serius pada lingkungan. Ia menjelaskan, awalnya hanya sebagian kecil yang ambruk, namun kondisi terus memburuk hingga sampah menumpuk langsung di kali.

“Awalnya sedikit, terus ambruk, terus lama kelamaan sampahnya ke kali. Lama-lama, sampingnya ikut jebol juga, jadi makin parah,”

jelas Tebe.

Kerusakan Bertahap dan Waktu Penyebabnya

Warga lain, Samidi (42), menegaskan bahwa bagian dinding yang jebol sepanjang dua meter terjadi setengah bulan lalu. Kejadian itu terjadi pada malam hari, dan ia menduga ada bagian dinding lebih panjang yang telah rusak sebelumnya.

“Jebolnya udah setengah bulan lalu. Kalau yang itu (10 meter) saya tidak tahu, kayaknya udah lebih lama. Kalau yang ini (dua meter) setengah bulan lalu jebolnya, malam-malam gitu,”

ujar Samidi.

Berdasarkan observasi di lokasi, dinding yang runtuh berada tepat di belakang tumpukan sampah yang mencapai ketinggian sekitar enam meter. Material beton dan tiang penyangga dari dinding tersebut tampak runtuh, sebagian masuk ke saluran air. Selain itu, sampah berupa sisa sayuran serta buah-buahan juga terbawa ke kali, berpotensi memperparah penumpukan dan menghambat aliran.

Kebutuhan Pembersihan Berkelanjutan

Julius Monangta, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, memastikan pihaknya terus memberikan bantuan armada dan personel kebersihan untuk menjaga kondisi pasar tetap rapi. Sebanyak 13 truk dari Sudin LH Jakarta Timur dikirimkan pada Senin (30/3) untuk mengangkut sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati.

“Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman,”

kata Monang di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3).

Monang juga menegaskan bahwa upaya penanggulangan sampah tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan akan terus dilakukan hingga lingkungan benar-benar bersih. Meski demikian, pembersihan selama empat hari sejak Jumat (27/3) belum menunjukkan hasil signifikan, membuat warga semakin waspada terhadap ancaman banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *