Produksi Rokok Maret Anjlok – Terendah Sejak Kapan?
Produksi Rokok Maret 2026 Turun, Mengalami Penurunan Terbesar dalam 10 Tahun
Menurut data yang dihimpun dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, jumlah produksi rokok di Indonesia menurun pada bulan Maret 2026. Produksi mencapai 20 miliar batang, menurun 29,3% dibandingkan Februari 2026 (month to month/mtm) serta 17,7% dibandingkan Maret 2025 (year on year/yoy). Ini menjadi angka terendah sejak tahun 2017, atau dalam durasi 10 tahun terakhir.
Libur Panjang Lebaran Berdampak pada Aktivitas Produksi
Penurunan produksi rokok Maret 2026 terkait dengan adanya libur panjang Lebaran. Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada 21 Maret, dengan masa libur dimulai 17 Maret hingga 24 Maret. Libur ini menyebabkan penurunan kegiatan produksi. Selain itu, konsumsi masyarakat mencapai puncaknya sebelum Lebaran.
Secara keseluruhan, total produksi rokok Januari-Maret 2026 mencapai 71,2 miliar batang, naik 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, angka ini masih lebih rendah dibandingkan rata-rata Januari-Maret atau kuartal I dalam sembilan tahun terakhir, yaitu sekitar 73 miliar batang.
Bila dirunut sejak 2016-2026, produksi rokok Maret 2026 adalah yang terendah setidaknya sejak 2017 atau 10 tahun.