New Policy: BGN Sewa EO Rp113 Miliar, Bos MBG Buka Suara
BGN Sewa EO Rp113 Miliar, Bos MBG Buka Suara
Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi fokus perhatian setelah mengalokasikan dana sebesar Rp113,9 miliar untuk mengakses jasa penyelenggara acara. Hal ini terkait dengan kegiatan yang diadakan pada tahun 2025. Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pemanfaatan EO merupakan bagian dari upaya membangun sistem dan tata kelola operasional yang profesional.
Profesionalitas dalam Pengelolaan Program
Dadan menegaskan bahwa sebagai lembaga yang baru dibentuk, BGN masih dalam fase membangun struktur organisasi dan kapasitas internal. “Di tahap awal, kita perlu memastikan semua kegiatan bisa dijalankan secara berkualitas,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (13/4).
“Dengan melibatkan EO, BGN bisa mengoptimalkan kemampuan manajemen acara, termasuk perencanaan, koordinasi vendor, teknis lapangan, dan pengendalian risiko,” kata Dadan.
Menurut Dadan, penyelenggaraan acara skala besar memerlukan tim yang terlatih dan pengalaman yang cukup. “EO memiliki keahlian spesifik yang saat ini belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN,” tambahnya.
Manfaat Penggunaan EO dalam Administrasi
Dadan juga menyebutkan bahwa kerja sama dengan EO membantu menjaga ketertiban administrasi dan keuangan. Proses pengadaan, pembayaran, serta pelaporan bisa dilakukan secara terpusat dan terdokumentasi.
“Ini memudahkan audit dan pengawasan, karena seluruh komponen kegiatan terstruktur dengan baik,” ujarnya.
Kemudahan ini, menurut Dadan, mempercepat eksekusi program tanpa mengorbankan kualitas. “Dengan EO, kita bisa mengakses sumber daya yang sudah siap, sementara pengembangan tim internal membutuhkan waktu dan biaya tambahan,” terangnya.
Komitmen pada Transparansi
Dadan menegaskan bahwa penggunaan anggaran untuk jasa EO tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Setiap pengeluaran dilakukan secara transparan dan terbuka, baik oleh pengawas internal maupun eksternal,” jelasnya.