SPPA BEI catat transaksi Rp1.382 triliun pada 2025 – naik 461,6 persen
SPPA BEI Catat Transaksi Rp1.382 Triliun pada 2025, Naik 461,6 Persen
Jakarta, 2025 – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan kinerja Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) yang mencatat nilai transaksi total sebesar Rp1.382,1 triliun selama tahun 2025. Angka ini meningkat secara signifikan, sekitar 461,6 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sejak resmi beroperasi pada 2025, SPPA terus meningkatkan volume perdagangan dan penghimpunan dana melalui penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).
Repo Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan
Diluncurkan pada 10 Maret 2025, mekanisme transaksi Repurchase Agreement (Repo) menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan volume SPPA. “Implementasi Repo menghasilkan transaksi sebesar Rp751,6 triliun, yang berkontribusi pada pertumbuhan sistem ini,” kata Kristian Sihar Manullang, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI dalam acara Penganugerahan SPPA Award 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.
“Peningkatan jumlah transaksi ini disebabkan oleh telah terimplementasinya transaksi Repurchase Agreement (Repo) pada 10 Maret 2025 di SPPA dengan total nilai transaksi mencapai Rp751,6 triliun,” ujar Kristian dalam Penganugerahan SPPA Award 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.
Outright Transaksi Juga Mengalami Peningkatan
Menurut laporan BEI, transaksi jual beli surat utang (outtright) juga naik hingga 196,2 persen YoY, mencapai Rp630,5 triliun. Kristian menambahkan bahwa aktivitas penghimpunan dana melalui penerbitan EBUS di SPPA terus berkembang setiap tahun sejak sistem ini diperkenalkan.
Capaian tersebut ditopang oleh komposisi pasar inter-dealer yang menunjukkan dominasi transaksi outright sebesar 23 persen dan Repo sebesar 28 persen. SPPA kini diakses oleh 39 pengguna jasa, termasuk 14 perusahaan yang memanfaatkan mekanisme Repo. Pengguna sistem ini terdiri dari bank umum, bank pembangunan daerah, serta perusahaan sekuritas.
Fitur Lengkap untuk Platform Transaksi
SPPA juga menyediakan berbagai mekanisme perdagangan, mulai dari order book hingga bilateral over the counter (OTC), sehingga berperan sebagai platform dengan sistem matching yang komprehensif. Khususnya, fitur OTC diperkuat untuk memfasilitasi instrumen keuangan yang lebih fleksibel.
Selain itu, sistem Repo surat utang resmi diluncurkan BEI pada 10 Maret 2025 guna meningkatkan efisiensi dan transparansi di pasar sekunder. Dalam tiga bulan pertama setelah peluncuran, nilai transaksi Repo mencapai Rp100,85 triliun. Sebelumnya, SPPA telah beroperasi sejak November 2020 sebagai platform perdagangan surat utang, kemudian diperkaya dengan fitur Repo pada 2025.