Solving Problems: Penumpang Bandara Samarinda melonjak, imbas penyesuaian di Sepinggan

Penumpang Bandara Samarinda melonjak, imbas penyesuaian di Sepinggan

Samarinda, Bandara APT Pranoto mengalami kenaikan signifikan jumlah penumpang akhir-akhir ini, berdampak dari pengaturan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Pihak pengelola menjelaskan bahwa pembatasan di Balikpapan bertujuan memastikan pengujian kecepatan landasan pacu yang menjadi bagian dari prosedur standar sebelum proyek penebalan landasan pacu dimulai.

Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, menyebutkan bahwa pengaturan teknis ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan pendaratan. Namun, pembatasan operasional Bandara SAMS Sepinggan berlangsung selama tiga hari spesifik, yakni Kamis, 9 April 2026; Sabtu, 11 April 2026; dan Senin, 13 April 2026, dengan jam layanan terbatas antara pukul 14.00 hingga 05.00 WITA.

“Kami telah berkoordinasi dengan maskapai, salah satunya Lion Group. Hingga saat ini, permintaan rute Jakarta-Samarinda masih sangat tinggi, sementara arah sebaliknya cenderung lebih sepi,” ujar I Kadek.

Untuk menjaga kelancaran mobilitas warga Kalimantan Timur, Bandara APT Pranoto telah resmi mengajukan permohonan kepada Otoritas Bandara Wilayah VII sebagai bandara alternatif selama pembatasan di Balikpapan. Saat ini, bandara tersebut melayani sekitar 20 hingga 30 frekuensi penerbangan harian, mencakup rute domestik utama dan perintis.

Kapasitas ini diharapkan mampu menampung penumpang yang beralih dari Balikpapan. Bandara SAMS Sepinggan biasanya menyediakan 50 jadwal penerbangan per hari dengan 25 rute domestik dan internasional. Namun, adopsi APT Pranoto sempat menimbulkan perdebatan terkait kenaikan harga tiket pesawat.

Pergeseran arus penumpang memicu isu melambungnya biaya tiket, khususnya untuk rute Surabaya-Samarinda. Harga tiket dilaporkan mencapai puluhan juta rupiah karena tingginya permintaan dan keterbatasan kursi. Padahal, dalam kondisi normal, tarif rute tersebut berkisar antara Rp1,2 juta untuk kelas ekonomi dan Rp2 juta untuk kelas bisnis.

Otoritas Bandara terus memantau situasi ini agar kenaikan harga tetap sesuai regulasi Tarif Batas Atas (TBA). Dengan pengaturan jadwal yang berubah, bandara Samarinda menjadi pilihan utama bagi penumpang yang ingin menghindari keterbatasan di Balikpapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *