Solution For: BPOM gandeng Puteri Indonesia guna edukasi keamanan obat dan pangan
Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membekali 45 Finalis Puteri Indonesia dalam Pengukuhan Duta Obat dan Makanan Aman sebagai upaya mengedukasi dan menginspirasi publik terkait keamanan dan kedaulatan obat serta pangan nasional. “Edukasi adalah kunci penting membentuk konsumen cerdas untuk pembangunan dan ketahanan bangsa. Pengukuhan finalis Puteri Indonesia sebagai Duta Obat dan Makanan Aman hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen bersama untuk terus mengedukasi, menginspirasi, dan melindungi masyarakat Indonesia,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Senin.
Menurutnya, salah satu pilar penting pengawasan obat dan makanan adalah konsumen mandiri dan berdaya melindungi diri dari obat dan makanan berisiko terhadap kesehatan. Peredaran produk ilegal, kosmetik mengandung bahan berbahaya, serta informasi menyesatkan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, merupakan tantangan dalam pengawasan obat dan makanan yang perlu diantisipasi dan direspons dengan tepat. Dia menyebutkan, mewujudkan keamanan, kemandirian, serta kedaulatan obat dan makanan di Indonesia adalah tugas bersama.
Dalam melaksanakan pengawasan obat dan makanan, pihaknya menjalin kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya sinergi dengan mitra dalam negeri, BPOM juga menjalin kerja sama dengan mitra internasional. Taruna berpesan kepada Duta Obat dan Makanan Aman dapat memperluas jangkauan edukasi masyarakat.
Finalis Puteri Indonesia yang berasal dari seluruh Indonesia adalah perpanjangan tangan BPOM dengan menjadi duta edukasi dan pemberdayaan masyarakat serta komunitas masing-masing. “Pembekalan yang diterima pada hari ini di BPOM makin membuka pengetahuan dan wawasan terkait keamanan obat dan makanan sebagai bekal mengedukasi publik dengan informasi yang benar, jelas, dan tidak menyesatkan.” katanya. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM Elfi Ikrar pun menyatakan hal yang serupa.
Menurut Elfi, perempuan seringkali terlibat dalam mengambil keputusan, termasuk dalam memilih obat dan makanan bagi dirinya maupun keluarganya. Oleh karena itu, perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki pengetahuan, mampu berpikir kritis, dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Perempuan berdaya tidak mudah terpengaruh oleh tren, tetapi mampu memilah mana yang aman dan mana yang berisiko.
“Dengan mengedepankan nilai 3B—Brain, Beauty, dan Behavior, Putri Indonesia bukan hanya menjadi simbol kecantikan, tetapi juga agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan obat dan makanan,” ujar Elfi. Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Puteri Indonesia, Kusuma Ida Anjani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPOM yang secara kontinyu dilakukan setiap tahun bekerja sama dengan Yayasan Puteri Indonesia (YPI). “Semoga [kami] dapat terus belajar banyak hal, menginspirasi perempuan Indonesia, sebagai influencer dan figur publik dengan pengaruh positif serta jejaring luas turut membentuk preferensi masyarakat untuk memilih produk obat dan makanan,” ujar Ida Anjani.