New Policy: Pemkot Jaktim perkuat pangan lewat produk unggulan tiap kecamatan

Pemkot Jaktim perkuat pangan lewat produk unggulan tiap kecamatan

Gerakan urban farming sebagai strategi ketahanan pangan

Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) terus memperkuat upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi dengan mendorong pengembangan pertanian perkotaan. Sebagai bagian dari strategi ini, mereka menerapkan konsep “Satu Kecamatan Satu Produk Unggulan” yang diharapkan menjadi pendorong utama dalam pemanfaatan sumber daya lokal.

“Kita fokus pada pengembangan urban farming berdasarkan potensi wilayah masing-masing kecamatan. Selain itu, konsep ini bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat dan memperkuat identitas ekonomi lokal,” ujar Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jaktim, Taufik Yulianto, dalam acara sosialisasi urban farming.

Kegiatan pra-roadshow sebagai langkah awal

Sebagai persiapan, Pemkot Jaktim menggelar sosialisasi urban farming yang menjadi bagian dari roadshow tahunan 2026. Acara ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan, termasuk aparatur kecamatan, penyuluh pertanian, dan komunitas urban farming di sepuluh kecamatan. Kegiatan tersebut juga diisi oleh tiga narasumber dengan latar belakang spesialisasi masing-masing.

Menurut Taufik, urban farming kini tidak hanya sekadar aktivitas menanam di area perkotaan, tetapi merupakan alat untuk menjaga kestabilan harga pangan serta membangun ekonomi masyarakat. “Dengan memproduksi sebagian kebutuhan pangan sendiri, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah bisa diminimalkan,” tambahnya.

Inovasi dalam pemanfaatan lahan sempit

Taufik menekankan bahwa lahan terbatas di wilayah perkotaan bisa dimanfaatkan secara optimal melalui teknologi dan pendekatan inovatif. Program ini juga menargetkan pengembangan lahan tidur serta pemanfaatan ruang kosong untuk memperluas produktivitas pertanian.

“Urban farming tidak hanya mengatasi keterbatasan lahan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga sekitar,” papar Taufik. Ia menambahkan, kecamatan akan memiliki komoditas unggulan berdasarkan sumber daya alam dan kondisi masing-masing, seperti pertanian, perikanan, atau pengolahan pangan.

Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mewujudkan program ini. Pemkot Jaktim bekerja sama dengan Sudin Kominfotik, Sudin KPKP, dan Baznas Bazis Jaktim. “Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujarnya.

Dalam acara yang berlangsung Senin lalu, Taufik berharap peserta dapat menjadi motor perubahan. Mereka diharapkan menerapkan ilmu yang didapat untuk mengembangkan produk unggulan daerah. “Melalui inovasi ini, kita bisa menciptakan sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkas Taufik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *