New Policy: Said Abdullah ajak NU jadikan PDI Perjuangan sebagai rumah politik
Said Abdullah ajak NU jadikan PDI Perjuangan sebagai rumah politik
Di Surabaya, pada hari Minggu (12/4), Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Said Abdullah mengundang tokoh-tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat kemitraan dengan partainya. Ia menekankan bahwa NU dan PDI Perjuangan memiliki visi yang sejalan dalam mewujudkan keadilan dan kesatuan bangsa.
“NU dan PDI Perjuangan memiliki cita-cita ideologis yang sama,” kata Said dalam acara Halalbihalal di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, seperti dilaporkan dari Jakarta, Senin.
Dalam pidatonya, Said mengungkap bahwa NU menerapkan nilai-nilai Islam Wasathiyah, yaitu prinsip moderat yang menekankan keseimbangan, toleransi, dan keadilan. Ia menyatakan bahwa prinsip ini menjadi dasar bagi langkah politik PDI Perjuangan, terutama dalam menjaga keharmonisan antar kelompok minoritas.
Said juga menyebutkan bahwa keislaman seharusnya menjadi benteng yang melindungi, memberi kebahagiaan, serta memupuk rasa aman bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, keterlibatan tokoh NU dalam kegiatan politik partai bisa meningkatkan pengaruh PDI Perjuangan dalam berbagai ranah pemerintahan.
Sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, Said menjelaskan bahwa basis suara partai terdiri dari “ijo-abang,” yang merupakan gabungan antara kelompok hijau-merah dan santri-abangan. Ia menegaskan bahwa santri merepresentasikan kekuatan NU, sedangkan abangan menggambarkan dukungan terhadap PDI Perjuangan.
Kemudian, Said menyoroti kecenderungan pemilih NU semakin mengalir ke partainya, berdasarkan survei yang menunjukkan peningkatan dukungan. “Tugas sosial pengurus NU adalah memberdayakan anggotanya, sementara tugas politik PDI Perjuangan adalah memperjuangkan kebijakan bagi warga NU dan rakyat Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Said, pembelahan sosial yang pernah dijelaskan oleh Clifort Geerzt sejak 1950-an kini mulai memudar. Ia yakin bahwa PDI Perjuangan, khususnya di Jawa Timur, tidak akan meninggalkan NU dalam perjalanan membangun bangsa. “Bermitra dengan NU berarti membawa manfaat yang berlipat ganda,” pungkasnya.