Main Agenda: Kemenekraf perkuat kolaborasi internasional melalui proyek kreatif

Kemenekraf perkuat kolaborasi internasional melalui proyek kreatif

Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggandeng negara-negara luar untuk merangkul inovasi dan budaya dalam sektor seni serta teknologi. Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang kreatif dan keberagaman budaya. “Kami sangat terbuka untuk kerja sama lintas negara, terutama yang menggabungkan seni, teknologi, dan pengalaman imersif. Ini sejalan dengan visi menjadikan ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan baru,” tuturnya.

Kolaborasi internasional dalam program ICC Immersion

Program ICC Immersion Indonesia/Singapura, yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Prancis melalui Institut Français d’Indonésie (IFI) dan Business France, menjadi wadah untuk memperdalam kerja sama global. Dalam program ini, 12 perusahaan Prancis dari bidang arsitektur, museografi, gim, musik, dan kebudayaan turut berpartisipasi. Irene Umar mengajak delegasi Prancis untuk berinteraksi langsung dengan pelaku kreatif di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali, guna membangun jaringan yang lebih kuat.

“Kami ingin kolaborasi ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut menjadi kerja sama nyata, baik melalui co-production, residensi kreatif, maupun pengembangan IP bersama,” tambah Irene Umar.

Pelaksanaan audiensi ini merupakan bagian dari implementasi perjanjian kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis di bidang ekonomi kreatif, yang ditandatangani pada tahun 2025. Perjanjian tersebut mencakup subsektor film, animasi, kriya, kuliner, fesyen, gim, dan desain. Melalui acara ini, Kementerian Ekraf berharap mendorong percepatan realisasi proyek kolaboratif, pertukaran talenta, serta pengembangan inovasi sesuai kebutuhan industri global.

Mitragam strategis dalam pengembangan ekosistem kreatif

Direktur IFI, Jules Irrmann, mengungkapkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. “Kami melihat ekosistem kreatif Indonesia sebagai yang sangat dinamis dengan generasi muda yang memiliki kemampuan luar biasa. Program ini bertujuan menyatukan pelaku industri Prancis dengan mitra lokal untuk menghasilkan proyek inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Delegasi Prancis dalam audiensi tersebut juga membagikan pengalaman mereka di bidang seni imersif, teknologi kreatif, produksi musik, serta pengelolaan museum dan warisan budaya. Langkah ini diharapkan memperkaya perspektif Indonesia dalam merancang proyek-proyek kreatif yang mampu bersaing secara internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *