Key Strategy: DPAD DIY dorong budaya baca lewat perpustakaan digital “Titik Baca”
DPAD DIY Dorong Budaya Baca dengan Perpustakaan Digital “Titik Baca”
Dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkenalkan perpustakaan digital bernama “Titik Baca”. Program ini bertujuan memberikan akses yang lebih mudah terhadap berbagai koleksi bacaan. “Titik Baca dirancang sebagai strategi untuk mendorong literasi, terutama di tengah perkembangan teknologi,” jelas Kepala Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Informasi DPAD DIY, Dewi Ambarwati, saat sosialisasi di TKIT Omah Lintang, Banguntapan, Bantul, Senin.
Penyediaan Akses Digital
Sosialisasi dilakukan di sejumlah lembaga pendidikan, termasuk PAUD-TKIT Omah Lintang. Selama acara, banyak warga langsung menggunakan QR Code untuk mengakses bahan bacaan. “Kami ingin memudahkan masyarakat, khususnya anak-anak, dalam meraih informasi literasi,” ujarnya. Dewi mengharapkan fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara optimal dan segera diperluas ke seluruh wilayah DIY tahun ini.
Inovasi Sesuai Tuntutan Zaman
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, menilai program tersebut sebagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. “Pemanfaatan ponsel bisa diarahkan ke aktivitas produktif, seperti membaca,” katanya. Ia juga mendorong pemerintah pusat untuk mendukung pendidikan dengan kebijakan seperti penghapusan pajak buku bagi siswa SD hingga perguruan tinggi.
Tantangan Literasi di Indonesia
Koordinator Unit Perpustakaan FK-KMK UGM, Sukirno, menyoroti rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia dibandingkan negara-negara maju. Faktor seperti akses buku yang tidak merata, kondisi ekonomi, dan gangguan dari dunia digital menjadi tantangan utama. “Buku hanya terjangkau di kota-kota besar,” katanya. Menurut Sukirno, peningkatan literasi memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan hingga kebijakan pemerintah.
Konten Terkini dan Fitur Pendukung
Direktur Utama PT Enam Kubuku Indonesia, Ari Kustanto, yang mengembangkan Titik Baca, menegaskan bahwa inovasi ini merespons kebutuhan akses bacaan yang lebih mudah. “Cukup dengan memindai QR Code, pengguna bisa menjangkau buku digital, video kurasi, dan informasi literasi,” ujarnya. Konten yang tersedia sudah melalui proses kurasi, sehingga aman dan sesuai untuk berbagai usia. Fitur tambahan seperti radio streaming dan materi edukatif juga tersedia untuk memperkaya pengalaman membaca.
Titik Baca akan hadir di 46 lokasi di Bantul, menjangkau lebih banyak masyarakat. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun budaya literasi yang inklusif dan berkelanjutan.