Meeting Results: Suhaimi sampaikan tawaran Rp150 juta tiga terdakwa ke Abdul Rahim

Suhaimi sampaikan tawaran Rp150 juta tiga terdakwa ke Abdul Rahim

Di Mataram, anggota Komisi I DPRD Nusa Tenggara Barat, Suhaimi, mengungkapkan bahwa tiga tersangka gratifikasi DPRD NTB menawarkan Rp150 juta kepada anggota fraksi PDI Perjuangan yang sama, Abdul Rahim. “Kalau yakin, si enggak, waktu itu obrolan itu dari tiga terdakwa ini, bahwa ada uang Rp150 juta,” ujarnya saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin malam.

Pertemuan pertama terjadi di rumah Abdul Rahim, yang dikenal dengan sapaan Bram, pada pertengahan Mei 2025, usai rapat paripurna DPRD NTB. “Jadi, yang saya sampaikan itu (kepada Bram) bahwa program ini (direktif Gubernur NTB) tidak dalam bentuk yang biasa dipahami orang, menunjuk rekanan segala macam layaknya pokok pikiran,” terang Suhaimi.

“Enggak mau uang, maunya pekerjaan. Kalau mau pekerjaan, saya enggak ngerti, saya enggak bisa jelaskan ke kamu, saya enggak bisa negosiasi saat itu,” tambahnya.

Menurut Suhaimi, Abdul Rahim menolak tawaran tersebut. Ia juga menyarankan untuk berkomunikasi langsung dengan Hamdan Kasim, salah satu terdakwa dalam kasus ini. “Saya tawarkan coba diskusi ngobrol, kebetulan (Bram) satu komisi dengan Hamdan Kasim, saya sarankan begitu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bram meminta Suhaimi menghubungi Hamdan Kasim via telepon. “Bram bilang, coba dah telepon dulu, saya telepon waktu itu Pak Hamdan, beberapa kali enggak angkat, sampai akhirnya diangkat dan beliau bilang masih ada acara keagamaan di Lombok Timur,” ujar Suhaimi.

Setelah informasi itu disampaikan, Suhaimi kembali menyarankan agar Bram berdiskusi dengan Hamdan Kasim saat kunjungan kerja DPRD NTB ke luar daerah. “Di situ akan kemungkinan ketemu di situ (kunjungan kerja), saya minta untuk ketemu sekalian,” lanjutnya.

Suhaimi juga mengklaim bahwa dirinya tidak menerima uang sebesar Rp150 juta. Ia hanya menyampaikan tawaran tersebut karena masih satu fraksi dengan Abdul Rahim. “Karena satu partai dan kenal dengan Bram sudah lama, jadi saya cuma ke Bram saja, tidak ada yang lain,” pungkas Suhaimi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *