Key Discussion: Film “Songko” angkat legenda masyarakat Minahasa

Film “Songko” Memperkenalkan Mitos Minahasa

Di Jakarta, studio Dunia Mencekam dan produser Santara meluncurkan film berjudul “Songko” yang mengisahkan legenda Minahasa, Sulawesi Utara. Fokus cerita terletak pada sebuah desa di Tomohon pada tahun 1986, di mana masyarakat percaya bahwa makhluk bernama Songko muncul untuk mengambil darah suci sebagai bentuk upaya mempertahankan kekekalan. Rasa ketakutan berubah menjadi kepanikan yang mencekam, menurut Produser Kreatif Santara Avandrio Yusuf dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

“Warga percaya bahwa makhluk bernama Songko telah datang untuk mengincar darah suci demi kekekalan. Ketakutan pun berubah menjadi kepanikan,” ujar Avandrio Yusuf.

Yusuf melakukan penelitian melalui wawancara langsung dengan tokoh adat dan masyarakat setempat untuk merancang elemen film, termasuk penampilan Songko, busana karakter, gaya komunikasi, serta suasana desa yang diadaptasi. Hal ini membantu menghadirkan realisme dan kesan lokal yang mendalam.

Upaya Menyampaikan Narasi Daerah

Whisnu Baker, eksekutif produser Santara, menekankan bahwa film ini adalah bagian dari upaya menggali cerita lokal yang jarang diperkenalkan secara luas. ‘Kami ingin menyampaikan narasi daerah ke panggung internasional, tetapi tetap mempertahankan ciri khas yang autentik. Melibatkan aktor dan kru lokal diharapkan akan memberikan kehidupan dan keunikan pada kisah ini,’ tambahnya.

Produksi juga melibatkan generasi muda Manado, dengan 60% dari aktor dan staf film berasal dari kota tersebut. Sutradara Gerald Mamahit, yang berasal dari Tomohon, menekankan bahwa pendekatannya menghasilkan film yang lebih menggambarkan sisi lokal. Tim membangun set desa virtual di kaki Gunung Lokon sebagai lokasi utama syuting. Lokasi ini diangkat dari lahan yang dulunya kosong, kini tetap berdiri dan menjadi spot foto bagi warga setempat.

Cast dan Rilis Film

Proyek ini menghadirkan pemain seperti Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, serta Khiva Iskak. Film ini dirilis di bioskop pada 23 April 2026. Rangkaian acara gala perdana akan berlanjut ke Manado setelah Jakarta, sebagai bentuk penghormatan terhadap akar cerita yang menjadi dasar film ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *