Main Agenda: Dirut Bulog pastikan harga beras tak naik meski biji plastik langka

Dirut Bulog pastikan harga beras tak naik meski biji plastik langka

Jakarta – Pada rapat percepatan realisasi pendanaan penyerapan gabah setara beras di Jakarta, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan harga beras akan tetap stabil meski ada kelangkaan biji plastik yang memengaruhi biaya kemasan. Ia menegaskan kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta harga pangan tidak meningkat agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kondisi stok beras nasional yang mencapai 4,72 juta ton menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan harga. Rizal menjelaskan, cadangan pemerintah cukup aman dan melimpah, sehingga tidak ada tekanan signifikan terhadap harga beras di tingkat konsumen. Namun, ia mengakui kenaikan biaya kemasan menjadi tantangan dalam menjaga efisiensi distribusi.

“Sudah ditentukan pada rapat di Istana kemarin, harga pangan, termasuk beras, tidak akan naik,” ujar Rizal setelah rapat tersebut.

Rizal menuturkan, kelangkaan biji plastik memengaruhi biaya produksi produk pangan yang menggunakan kemasan plastik secara masif. Oleh karena itu, Bulog melakukan penyesuaian kebijakan internal untuk tetap mengikuti dinamika harga pasar di berbagai daerah. Rapat direksi juga digelar guna merumuskan strategi, termasuk memberikan ruang untuk menyesuaikan biaya kemasan tanpa mengganggu operasional secara keseluruhan.

Sebagai langkah tambahan, Bulog berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan keringanan harga bahan baku kemasan. Ini penting karena sebagian besar beras yang dikemas terkait program bantuan pangan yang menyasar 33,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di Indonesia serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Menurut Rizal, koordinasi yang baik dan pengelolaan biaya secara efisien akan memastikan harga beras tetap stabil. Ia optimis bahwa kualitas kemasan dan distribusi pangan nasional tidak akan terganggu meski ada penyesuaian biaya.

Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras

Harga eceran tertinggi beras medium sesuai ketentuan pemerintah adalah Rp13.500 per kilogram. Untuk beras premium, HET mencapai Rp14.900 per kg. Sementara itu, beras SPHP dijual dengan HET berbeda per zona: Rp12.500 per kg untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi), Rp13.100 per kg untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan), dan Rp13.500 per kg untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *