Key Strategy: Jakbar dukung pembuatan ekoenzim massal, target raih rekor MURI
Jakbar dukung pembuatan ekoenzim massal, target raih rekor MURI
Jakarta, Senin
Pemerintah Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyatakan dukungan terhadap upaya pembuatan ekoenzim secara besar-besaran yang ditujukan untuk mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan Sedulur Bunda Milenial dan menghadirkan konsep unik, yaitu peserta wanita wajib mengenakan kebaya saat proses produksi. Aktivitas ini direncanakan berlangsung dari bulan Juni hingga September 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT DKI Jakarta ke-499.
“Kegiatan ini memiliki dampak positif, tidak hanya mendorong pencapaian rekor MURI, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengolah sampah organik menjadi bahan yang berguna bagi lingkungan,” ujar Iin.
Dalam konteks tersebut, kebijakan mewajibkan peserta perempuan mengenakan kebaya dianggap sebagai cara memperkuat budaya lokal di tengah perubahan Jakarta menjadi kota global. Iin berharap kegiatan ini tidak hanya berupa seremoni, tetapi terus berkembang dan memberikan perubahan nyata pada kualitas lingkungan, khususnya di wilayah sungai Jakarta Barat. “Hasil akhirnya nanti, sampah organik yang biasa dibuang bisa diubah menjadi cairan yang bermanfaat, sehingga lingkungan kita menjadi lebih sehat,” tambahnya.
Ketua Yayasan Sedulur Bunda Milenial, Siska Rumondor, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan melibatkan sekitar 6.000 peserta dari seluruh daerah DKI Jakarta. Untuk Jakarta Barat, jumlah peserta ditargetkan sebanyak 1.200 orang, yang terdiri dari anggota PKK hingga pelajar SMP. Masyarakat akan diajarkan cara memanfaatkan limbah buah menjadi ekoenzim, yaitu cairan hasil fermentasi dengan fungsi memperbaiki kualitas air sungai.
Rencana kegiatan dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah workshop dan produksi ekoenzim yang diadakan secara bersamaan di semua kecamatan. Tahap kedua melibatkan panen hasil fermentasi selama tiga bulan, dilanjutkan dengan aksi lingkungan seperti menyalurkan cairan ke sungai dan waduk, serta menanam pohon produktif. Tahap terakhir akan ditutup dengan acara seremonial dan deklarasi Sungai Bersih 2026 sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan hidup.