Latest Program: Tertekan Perang AS-Iran, Raksasa NATO Pangkas Pajak BBM Besar-besaran

Tertekan Perang AS-Iran, Raksasa NATO Pangkas Pajak BBM Besar-besaran

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan kebijakan pemangkasan pajak bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan pada Senin (13/4/2026) di Berlin. Langkah ini diambil dalam upaya meredam tekanan ekonomi akibat krisis energi global yang semakin memburuk akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Merz menegaskan bahwa perang tersebut menjadi penyebab utama gangguan ekonomi yang memengaruhi kehidupan rakyat Jerman.

Dalam konferensi persnya, Merz menyampaikan bahwa pemerintah Jerman telah memutuskan untuk mengurangi pajak bensin dan diesel sekitar 17 sen euro (Rp 3.400) selama dua bulan. Keputusan ini diharapkan bisa segera meringankan beban biaya transportasi yang melonjak. “Ini akan memberi kemudahan bagi pengemudi dan bisnis, terutama mereka yang terbiasa beraktivitas di jalan,” ujar Merz, seperti dikutip AFP.

“Perang ini menjadi akar masalah utama yang mengganggu perekonomian dalam negeri,” kata Merz.

Langkah darurat ini muncul setelah harga minyak mentah dunia kembali naik karena runtuhnya pembicaraan damai antara AS dan Iran. Keputusan Trump untuk memblokade Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak global, memperparah ketegangan pasar energi. Sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu, harga bahan bakar di Jerman mengalami lonjakan tajam, seperti negara-negara lain.

Selain pemangkasan pajak, pemerintah Jerman juga mengizinkan pengusaha memberikan bonus bebas pajak hingga 1.000 euro (Rp 20.000.000) kepada karyawan. Kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi dampak inflasi yang terus meningkat. Namun, Merz menegaskan bahwa anggaran negara tidak mampu menanggung seluruh konsekuensi krisis tersebut secara terus-menerus.

“Negara tidak dapat menyerap semua ketidakpastian dan risiko global,” tambah Merz.

Menteri Keuangan Lars Klingbeil menambahkan bahwa pemerintah berencana mempercepat jadwal kenaikan pajak tembakau untuk membiayai pengurangan bea bahan bakar. Strategi ini dilakukan sebagai bentuk penggantian anggaran demi menjaga stabilitas fiskal. Jerman, sebagai kekuatan ekonomi utama di Eropa, kini berada dalam situasi sulit akibat kenaikan biaya energi, yang membebani sektor manufaktur dan kompetisi ketat dari Tiongkok.

Kondisi ekonomi Jerman semakin memburuk setelah laporan lembaga ekonomi utama memperkirakan pertumbuhan pada 2026 hanya mencapai 0,6%, jauh lebih rendah dari prediksi sebelumnya sebesar 1,3%. Merz memperingatkan bahwa dampak perang ini akan terus berlanjut dalam waktu dekat. “Ekonomi Jerman akan menghadapi tekanan berkepanjangan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *