Terbangun Sebelum Alarm Bunyi – Mending Bangun atau Lanjut Tidur?
Terbangun Sebelum Alarm Bunyi, Mending Bangun atau Lanjut Tidur?
Memulai hari lebih dini sebelum alarmlah menggelegar seringkali memicu pertanyaan antara istirahat lanjut atau bangun segera. Apakah lebih baik melanjutkan istirahat atau memutuskan untuk bangun lebih dini? Dalam artikel ini, para ahli tidur memberikan panduan untuk memahami pilihan terbaik.
Kapan Tidur Kembali Bermanfaat?
Kebanyakan orang mengira terbangun di tengah malam akan mengganggu kesehatan tidur. Namun, menurut Lamees Hamdan, dokter pengobatan integratif, keputusan untuk tidur lagi atau bangun segera bergantung pada fase tidur dan durasi bangun. Pada kondisi tertentu, kembali tidur bisa bermanfaat, tetapi dalam situasi lain, ini justru membuat tubuh merasa lebih lelah.
“Selama tidur yang sehat, otak melewati siklus tidur non-REM dalam (untuk perbaikan fisik, aktivitas imun, pelepasan hormon pertumbuhan) dan REM (untuk pemrosesan memori, regulasi emosi, dan pemulihan otak,”
ujar Hamdan. “Saat terbangun tengah malam lalu kembali tidur, tubuh sementara keluar dari pola tidur normalnya dan kemudian mencoba masuk kembali ke dalamnya.”
Alarm dalam 90 Menit: Tidur Lagi atau Bangun?
Menurut Raj Dasgupta, penasihat medis utama Sleepopolis, terbangun di tengah siklus tidur bisa menyebabkan sleep inertia. Fenomena ini ditandai oleh rasa pusing, linglung, dan kesulitan berkonsentrasi, yang sering terjadi setelah bangun tidur. Jika alarmlah akan berbunyi dalam waktu 90 menit atau kurang, lebih baik tidak tidur lagi agar menghindari efek negatif tersebut.
Ada Kecuali: Tidur 30 Menit Sisanya?
Dasgupta menjelaskan bahwa jika terbangun sekitar 30 menit sebelum alarm, ini bisa menjadi tanda baik. “Itu adalah sinyal bahwa jadwal tidur Anda sudah selaras dengan ritme sirkadian,”
katanya. Namun, jika terbangun terlalu sering setiap malam, ini bisa mengganggu tidur dalam dan REM, menyebabkan kelelahan, gangguan mood, hingga peningkatan stres.
Mengingat kebutuhan tidur berkualitas sekitar 7 hingga 9 jam per hari, para ahli menyarankan untuk memperhatikan durasi tidur saat terbangun. Jika waktu tidur belum memenuhi batas tersebut, kembali istirahat adalah pilihan bijak. Tapi, jika tubuh sudah cukup segar atau dekat waktu bangun, lebih baik beranjak dari tempat tidur untuk menghindari linglung dan pusing.